Deli Serdang, Utomo news, Minggu 23 November 2025. |
Dalam menjalani kehidupan, manusia sering dihadapkan pada ujian dan tantangan yang keras. Namun, ketangguhan menghadapi kehidupan tidak cukup hanya dengan bergantung pada dunia yang fana dan lemah.
Manusialah yang harus memegang teguh pegangan yang kokoh, yakni keimanan yang berpegang pada Allah SWT. Al-Qur’an menjelaskan dalam surat Ali Imran ayat 173 bahwa ketika orang-orang beriman menghadapi ancaman dan ketakutan, mereka berkata, “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.”
Ayat ini mengajarkan bahwa sandaran terbaik dalam menghadapi kerasnya kehidupan adalah bertawakkal kepada Allah, bukan hanya berharap pada kekuatan dunia semata.
Rasulullah SAW juga menegaskan dalam sebuah hadits shahih bahwa kekuatan sejati bukan diukur dari kemampuan fisik atau kerasnya seseorang, melainkan dari kemampuan mengendalikan diri dan keteguhan hati.
Beliau bersabda, “Orang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, tangan manusia harus memiliki pegangan yang kokoh, hati memerlukan keteguhan iman, dan pikiran membutuhkan nalar yang bijak untuk membuat keputusan yang benar.
Sandaran kepada dunia yang lemah akan membuat seseorang mudah goyah dalam menghadapi ujian hidup. Sebaliknya, kekuatan hakiki hadir dari keteguhan bergantung pada Allah SWT, yang memberikan kekuatan tak tergoyahkan dan kebijaksanaan yang menuntun dalam setiap langkah.
Dengan demikian, kekuatan sejati bukan pada siapa yang paling keras, tapi pada siapa yang paling bersandar dan bertawakkal kepada Allah, menjadikan jiwa tenang dan pikiran terbuka dalam menghadapi kerasnya kehidupan hari ini maupun akan datang. ***. (Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang).
Views: 7













