AS dan Israel: Raja Teroris & Raja Setan Picu Krisis Hormuz – Iran Hanya Membela Diri!  Oleh; Hasan Basri Siregar, ketua JWI DS. 

 

Medan, Utomo news, 2 April 2026 – |

 

Dunia kini menyaksikan drama barbar di Selat Hormuz, di mana Amerika Serikat (AS) dan Israel, duo begundal imperialis, memprovokasi perang dan kini merengek saat Iran mengambil langkah tegas membela kedaulatannya. Jangan salah menyalahkan Iran! Sebelum invasi ceroboh AS-Israel ke wilayah Iran bulan lalu, Selat Hormuz aman-aman saja, bebas gangguan, tanpa satu pun aturan paksa dari Teheran.

 

Kini, setelah ledakan kekerasan yang mereka sulut sendiri, Iran berhak memberlakukan protokol baru – dan siapa tak setuju? Silakan bawa kapal perang, hadapi langsung!

 

Rubio Menggonggong, AS Siap Perang?

Kemarin, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan dengan nada arogan: AS “tidak bisa menerima” jika Iran mengatur Selat Hormuz dan menerapkan tarif di sana.

 

Kata-katanya jelas provokasi: “Silakan bawa pasukan jika tak setuju aturan Iran!” Ini bukan pernyataan diplomatik, tapi deklarasi perang terbuka dari negara yang sudah terbiasa jadi raja teroris dunia.

 

Ingat sejarah hitam AS: dari invasi Irak palsu WMD, drone pembunuh sipil di Timur Tengah, hingga dukungan buta untuk genosida Israel di Gaza. Rubio bukan juru bicara perdamaian, tapi juru dakwah imperialisme yang haus minyak!

 

Israel, Raja Setan di Balik Layar

Jangan lupa peran Israel, si raja setan yang haus darah. Bulan lalu, serangan gabungan AS-Israel ke Iran – yang mereka klaim “pertahanan diri” – justru membuka pintu neraka.

 

Mereka bom fasilitas strategis Iran, ancam stabilitas regional, tapi kini jerit-jerit saat Iran tutup Hormuz sebagai balasan sah.

 

Data fakta bicara: Sebelum invasi itu, lalu lintas kapal di Hormuz lancar, 20% minyak dunia mengalir tanpa hambatan. Pasca-serangan, Iran terpaksa terapkan aturan baru untuk cegah eksploitasi lebih lanjut oleh begundal Barat.

 

Salahkan siapa? Bukan Iran yang diserang duluan!

 

Krisis Buatan Tangan Negara Barbar – Bukan Salah Iran!

 

Protokol baru Iran di Hormuz bukan agresi, tapi protokol pertahanan logis: pemeriksaan ketat kapal, tarif keamanan, dan larangan akses musuh. Ini hak negara berdaulat yang sudah diinvasi! Jika dunia – dipimpin AS-Eropa – tak terima, ingat akar masalahnya: AS-Israel yang menyulut api perang demi hegemoni minyak.

 

Mereka yang tutup mata pada ribuan korban sipil Iran, tapi histeris saat suplai bensin mereka terganggu. Fakta telanjang: AS impor 10 juta barel/hari via Hormuz; tutup sementara saja, ekonomi mereka ambruk!

 

Negara barbar macam AS dan Israel ini sudah terbukti: Rusia-Ukraina mereka provokasi NATO, Yaman mereka blokade, Suriah mereka bom kimia palsu. Kini Hormuz jadi babak baru. Dunia harus boikot duo begundal ini, dukung Iran yang berjuang bertahan.

 

Tak sepakat aturan Hormuz? Bawa armada perang sana, buktikan keberanian kalian, bukan cuma gonggong di Twitter! (*).

Views: 29