MOJTABA KHAMENEI GEMPARKAN DUNIA: “BANGKITLAH UMAT ISLAM DEMI AL-QUR’AN! Dunia Tak Baik Lagi, Saatnya Bersatu Lawan Tantangan Global”

MOJTABA KHAMENEI GEMPARKAN DUNIA: “BANGKITLAH UMAT ISLAM DEMI AL-QUR’AN! Dunia Tak Baik Lagi, Saatnya Bersatu Lawan Tantangan Global”

 

Teheran, Utomo news, 25 Maret 2026 –|

 

Pemimpin berpengaruh Iran, Mojtaba Khamenei – putra sulung Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei – menyampaikan seruan emosional yang mengguncang umat Islam global. Dalam pidato virtual yang disiarkan luas melalui saluran resmi pemerintah Iran dan media sosial, Khamenei menyerukan persatuan umat Islam di seluruh dunia dengan Al-Qur’an sebagai pondasi utama.

 

Pesan ini datang di tengah ketegangan geopolitik yang memanas, termasuk konflik di Timur Tengah, isu Palestina, dan polarisasi global yang semakin dalam.Panggilan Solidaritas Tanpa Batas Geografis

 

Mojtaba Khamenei, sebagai penerus ayahnya dalam struktur kepemimpinan Iran, membuka pidatonya dengan kritik tajam terhadap kondisi dunia saat ini. “Dunia sekarang tidak baik-baik saja,” tegasnya, merujuk pada perpecahan umat Islam akibat perbedaan mazhab, konflik sektarian, dan intervensi asing.

 

Ia menekankan bahwa hanya melalui solidaritas global, umat Islam bisa mengatasi tantangan seperti penindasan di Gaza, diskriminasi terhadap Muslim di Barat, serta ancaman sekularisme yang merusak nilai-nilai Islam.

 

“Demi Al-Qur’an, kami serukan ke seluruh penjuru dunia: kami akan bersatu! Tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada persaudaraan yang berlandaskan pada kitab suci kita,” ujar Khamenei dengan suara menggelegar, yang langsung viral di platform seperti X (Twitter) dan Telegram.

 

Seruan ini bukan sekadar retorika; ia menyoroti Al-Qur’an sebagai ‘poros utama’ pergerakan, mengajak umat dari Sunni hingga Syiah untuk melampaui batas mazhab dan negara.

 

Latar Belakang dan Dampak Potensial

 

Pidato ini disampaikan hanya beberapa hari setelah sidang PBB membahas krisis kemanusiaan di Yaman dan Suriah, di mana Iran sebagai kekuatan regional memiliki peran sentral. Analis politik menyebut seruan Khamenei sebagai upaya strategis untuk memperkuat pengaruh Teheran di dunia Islam, terutama di tengah rivalitas dengan Arab Saudi dan sekutu Barat.

 

“Ini bisa menjadi katalisator gerakan pan-Islam baru, mirip dengan era Revolusi Iran 1979,” kata pakar Timur Tengah dari Universitas Teheran, Dr. Rezaei, dalam wawancara singkat.

 

Seruan Heroik Penutup: Momentum Perubahan Dunia

 

Menutup pidatonya, Khamenei memberikan panggilan heroik yang membakar semangat jutaan pendengar. “Bangkitlah umat Islam demi Al-Qur’an!

 

Ini adalah momentum bagi kita untuk berdiri tegak dan membuktikan bahwa kekuatan iman kita adalah kunci perubahan dunia,” pungkasnya.

 

Ia juga menambahkan, “Jangan biarkan perbedaan memecah kita; Al-Qur’an adalah perekat yang tak tergoyahkan.”Seruan ini diprediksi akan memicu diskusi luas, potensial memengaruhi dinamika politik Islam global.

 

Apakah ini awal dari gelombang persatuan baru,? Dunia Islam menanti aksi nyata selanjutnya.  (Sumber: Pidato resmi Mojtaba Khamenei, disiarkan IRIB News. Berita ini dikompilasi dari laporan terkini per 25 Maret 2026). Hari’S.

Views: 52