Musuh Besar Petani: Bukan Hama Wereng, Tapi “Tikus Berdasi” yang Rakus. Lo
Deli Serdang, (Utomo news, Minggu 23 November 2025). |
Saat petani masih bergelut dengan tantangan klasik seperti hama wereng, ada musuh lain yang jauh lebih besar mengancam masa depan pertanian Indonesia: “tikus berdasi” — para elit, oknum birokrat, dan korporasi yang memanfaatkan kekuasaan serta sistem untuk keuntungan pribadi, mengorbankan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman pernah menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia kini sudah lepas dari cengkeraman mafia pertanian yang selama ini merugikan petani dan konsumen. Namun, di lapangan pernyataan itu masih mendapat tantangan serius.
Petani di berbagai daerah melaporkan masih banyak kendala seperti harga gabah yang anjlok akibat permainan pasar yang tidak sehat, sulitnya akses pupuk subsidi tepat waktu, hingga konversi lahan produktif yang dipicu oleh kepentingan bisnis besar dan investasi tanpa memperhatikan kepentingan petani kecil.
“Sebenarnya, kita bukan lagi melawan hama wereng, tapi melawan sistem yang membiarkan praktik-praktik koruptif dan monopoli menggerogoti penghidupan kami,” keluh seorang petani di Jawa Tengah.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa “mafia pertanian” dalam bentuk lain masih beroperasi walau bukan dalam cara yang kasat mata.
Penegasan Menteri Amran soal bebas mafia juga perlu dipandang sebagai perubahan dalam pola dan pemain, bukan berarti masalah tuntas. Dari kartel pupuk, tengkulak yang memonopoli harga, hingga birokrat yang tidak transparan, berbagai aktor yang disebut “tikus berdasi” tetap menjadi hambatan bagi kemandirian pertanian.
Untuk benar-benar memberantas mafia dan memberikan keadilan bagi petani, pemerintah harus memperkuat pengawasan, transparansi distribusi bantuan, dan memberdayakan petani lewat kelembagaan yang kuat.
Tanpa reformasi sistemik, petani kecil akan tetap jadi korban.
Keberhasilan pertanian Indonesia tidak cukup hanya membasmi hama di sawah. Diperlukan keberanian untuk membongkar dan menutup jalan bagi tikus berdasi agar kesejahteraan petani bisa benar-benar terwujud, sesuai visi pemerintah. *** ( Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang).
Views: 7













