Doa Agung Nabi Sulaiman AS:  Memohon Rezeki dan Kekuasaan dari Sang Maha Pemberi.   Oleh; Hasan Basri Siregar.

Deli Serdang, (Senin,20/10/2025) | Dalam riwayat yang penuh hikmah, Nabi Sulaiman AS dikenal bukan hanya sebagai raja yang memiliki kekayaan dan kekuasaan luar biasa, tetapi juga sebagai hamba Allah yang sangat tunduk dan bergantung pada rahmat-Nya.

Ketika beliau memohon kepada Allah agar diberikan kelancaran rezeki dan kekuasaan yang tidak terbandingkan, beliau mengucapkan doa penuh makna:”Rabbiigh Firli Wahab li Mulkan laa yanbaqhi li ahadin min ba`di innaka antal wahhaab.(QS. Sad : 35)

Dalam Tafsir Al-Jalalain, ayat ini dijelaskan berisi permohonan Nabi Sulaiman agar Allah memberikan kerajaan yang tidak dimiliki siapa pun setelahnya, menegaskan bahwa kekuasaan itu adalah anugerah langsung dari Allah.

Doa ini mengandung beberapa dimensi penting:

Permintaan yang Spesifik dan Sadar: Nabi Sulaiman tidak hanya meminta rezeki biasa, tetapi meminta kekuasaan yang tak tertandingi, menandakan kesadaran bahwa segala yang dimilikinya adalah titipan dari Allah. Permohonan ini juga mencerminkan tanggung jawab besar di balik kekuasaan yang didapat.

Pengakuan Mutlak atas Keagungan Allah: Dengan menyebut, “Innaka antal wahhaab” (sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi), beliau mengakui bahwa sumber segala nikmat, baik kekayaan maupun kekuasaan, hanyalah dari Allah.

Ini membangun sikap tawakal yang kokoh, mengandalkan pertolongan Sang Maha Pemberi. Keabadian Berkah: Frasa laa yanbaqhi li ahadin min ba`di mengandung harapan agar nikmat kekuasaan dan rezeki itu tetap abadi, tidak ada pengganti atau pesaing yang melebihi beliau setelah Allah menganugerahkannya, suatu doa untuk keberlangsungan kebaikan dan kemuliaan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam konteks ayat lain yang serupa, yakni QS. Al-Baqarah : 245, Allah SWT berfirman:”Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (pemberian) itu untuknya dan dia mendapatkan pahala yang banyak.”Ini mengajarkan bahwa setiap permintaan kita kepada Allah hendaknya dilandasi keyakinan dan niat yang tulus, sebab Allah akan mengganti rezeki yang telah diberikan dengan berkah yang bertambah.

Hikmah dan Pelajaran untuk Kita.

Doa Nabi Sulaiman AS ini mengajarkan kita untuk memohon dengan penuh kesungguhan dan kepasrahan kepada Allah, menyadari bahwa kekayaan dan kemuliaan sejati tidak hanya bersumber dari usaha kita semata, tetapi dari pemberian Allah yang maha luas dan penuh rahmat.

Ketika kita menghadapi tantangan dalam rezeki dan kehidupan, kita bisa meneladani doa ini — memohon dengan tulus, yakin, dan tidak lupa bahwa segala anugerah adalah titipan yang harus kita jaga dan gunakan untuk kebaikan bersama.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang selalu bersandar pada-Nya, dan melimpahkan rezeki yang halal, berkah, serta keberkahan dalam setiap langkah hidup kita.

(Red)

Views: 15