Deli Serdang Raih Prestasi Inflasi Terendah Kelas Menengah: Dari Ancaman 6,8% ke Stabil 3,80% di Januari 2026

 

Medan, Utomo News,3 Februari 2026 – |

Kabupaten Deli Serdang bangkit sebagai benteng stabilitas ekonomi di Sumatera Utara. Dari posisi tertinggi dengan inflasi Year-on-Year (y-on-y) mencapai 6,8% pada periode sebelumnya, kini daerah ini berhasil menekan laju inflasi menjadi hanya 3,80% per Januari 2026.

Prestasi ini menempatkan Deli Serdang di urutan keenam terendah di provinsi, unggul atas kota-kota besar seperti Pematangsiantar dan Padangsidimpuan, sekaligus menunjukkan ketangguhan strategi pemerintah daerah di bawah kepimpinan Bupati Deli Serdang dr Asriluddin Tambunan.

Data resmi dari Press Release Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara Januari 2026 mengonfirmasi pencapaian ini. Inflasi y-on-y Sumut secara keseluruhan tercatat 3,81%, dengan peringkat kabupaten/kota sebagai berikut:

Kota Gunungsitoli (8,68%), Kota Sibolga (5,28%), Kota Padangsidimpuan (4,99%), Kota Pematangsiantar (4,70%), Kabupaten Deli Serdang (3,80%), Kabupaten Labuhanbatu (3,73%), Kota Medan (3,70%), dan Kabupaten Karo (2,73%).

Penurunan drastis ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari upaya terkoordinasi Pemkab Deli Serdang dalam menjaga pasokan pangan, mengendalikan harga bahan pokok, dan mendukung sektor UMKM.

Lebih menggembirakan lagi, Sumatera Utara mengalami deflasi Month-to-Month (m-to-m) sebesar 0,75% dan Year-to-Date (y-to-d) 0,75% pada Januari 2026. Ini menandakan harga-harga secara umum justru turun, meringankan beban masyarakat pasca-libur akhir tahun.

Meski inflasi provinsi didorong oleh komoditas dominan seperti tarif listrik (kontribusi 1,13%), emas perhiasan (0,90%), beras (0,30%), ikan dencis (0,26%), dan daging ayam ras (0,20%), Deli Serdang berhasil meminimalkan dampaknya melalui intervensi lokal.

Bupati Deli Serdang, dalam keterangannya, menekankan peran tim Satuan Tugas (Satgas) Inflasi yang aktif memantau 156 komoditas penggerak inflasi. “Kami intensifkan operasi pasar murah, subsidi pupuk untuk petani, dan kolaborasi dengan Bulog untuk stabilisasi beras.

Hasilnya, Deli Serdang lolos dari tekanan inflasi nasional yang fluktuatif,” ujarnya. Strategi ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, terutama di sektor pertanian dan perdagangan yang menjadi tulang punggung daerah.

Prestasi ini menjadi berkah bagi warga Deli Serdang, khususnya keluarga kurang mampu dan pelaku usaha kecil. Dengan inflasi terkendali, harga sembako tetap terjangkau, memungkinkan masyarakat fokus pada produktivitas daripada kekhawatiran kenaikan harga.

Di tengah tantangan global seperti gejolak energi dan pasokan pangan, Deli Serdang membuktikan bahwa good governance lokal mampu mengalahkan badai ekonomi.Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga memuji capaian Sumut, termasuk Deli Serdang, sebagai contoh bagi daerah lain.

Ke depan, Pemkab berkomitmen pertahankan tren ini melalui program percepatan digitalisasi pasar dan peningkatan infrastruktur logistik.Dengan stabilisasi ini, Deli Serdang bukan hanya menjaga kocek warga, tapi juga membangun fondasi ekonomi berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045.

(Sumber: Press Release BPS Sumut Januari 2026)

Reporter ; Hasan Basri Siregar KA Biro Utomo News Deli Serdang.

Views: 37