Deliserdang, Utomo News, Senin,19/1/2025-|
Dalam dunia pemerintahan yang sering kali rumit dan birokratis, Bupati Deli Serdang, dr. Asriluddin Tambunan, membawa pendekatan revolusioner ala dokter: diagnosa akurat, resep tepat, dan terapi holistik. Sebagai dokter berpengalaman, beliau menerapkan ilmu medis dalam “mengobati” masalah struktural kabupaten.
Bukan sekadar slogan, visi “Sehat, Cerdas, Religius” ini terbukti melalui data dan fakta konkret di tahun pertama kepemimpinannya. Deli Serdang melonjak prestasinya di bidang pendidikan, kesehatan, dan puncaknya meraih Peringkat 1 Nasional Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2025 versi Badan Pangan Nasional (BPN).
Bayangkan seorang bupati yang mendeteksi “penyakit” kemiskinan dan ketahanan pangan seperti dokter mendiagnosis pasien: melalui observasi mendalam, analisis data, dan intervensi cepat. dr. Asriluddin menerapkan prinsip diagnosa medis – seperti anamnesis (wawancara mendalam dengan masyarakat), pemeriksaan fisik (survei lapangan), dan tes laboratorium (data BPS dan BPN) – untuk merancang program GPM yang masif. Hasilnya? Deli Serdang menjadi kabupaten/kota penyelenggara GPM terbanyak di Indonesia sepanjang 2025, dengan total 851 penyelenggaraan.
Angka ini unggul tipis atas Kota Semarang (849), Kabupaten Bogor (755), Kabupaten Sidenreng Rappang (356), dan Kabupaten Kebumen (344), berdasarkan penilaian BPN per 31 Desember 2025.Prestasi ini bukan kebetulan, melainkan buah dari strategi terintegrasi. Di sektor kesehatan, Deli Serdang tingkatkan cakupan posyandu dan vaksinasi hingga 95% – data Dinkes setempat menunjukkan penurunan stunting 15% dalam setahun.
Pendidikan pun bersinar: peringkat UN dan akreditasi sekolah naik drastis, dengan beasiswa untuk 5.000 siswa berprestasi. Sementara itu, dimensi religius diwujudkan lewat program kajian Al-Qur’an di 200 masjid dan pesantren, selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 Pasal 29 tentang kebebasan beragama.
Semua ini mencerminkan “resep” dr. Asriluddin: pemerintahan yang empati seperti dokter terhadap pasien, fokus pada pencegahan daripada pengobatan akhir.
Kisah sukses ini menginspirasi kabupaten lain di Indonesia. Dengan GPM yang menjangkau ribuan warga miskin melalui pasar murah beras dan sembako, Deli Serdang tak hanya juara nasional tapi juga teladan ketahanan pangan.
Data BPN membuktikan: 851 event GPM berarti jutaan porsi makanan terjangkau, kurangi beban inflasi pangan hingga 20% di wilayah tersebut. dr. Asriluddin membuktikan, ilmu kedokteran bisa “sembuhkan” birokrasi – menjadikan Deli Serdang model pemerintahan progresif yang sehat, cerdas, dan religius. ***. (Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang).
Views: 20













