Deliserdang, Utomo News, Sabtu, 24 Januari 2026 – |
Tidak semua api sama. Api dunia membakar kayu, lalu padam. Tapi Saqar, api neraka yang disebut 15 kali dalam Surah Al-Muddatstsir, adalah makhluk hidup dari ciptaan Allah ﷻ—mengenal dosamu lebih dalam daripada dirimu sendiri, siap membalas setiap kelalaian dengan siksa abadi.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Neraka Jahannam dikatakan kepadanya: ‘Ambillah! Ambil!’ maka ia menggeliat hingga ruangnya bertambah seperti gelang di lengan wanita gemuk.” (HR. Muslim). Bayangkan Saqar: api hitam pekat, panasnya 70 kali lipat matahari, menjerit lapar menunggu penghuni.
Allah ﷻ berfirman:“Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.”
(QS. Al-Muddatstsir: 26)Saqar bukan neraka biasa—ia penjara dosa yang paling kejam.
Saqar: Api Hidup yang Menggigit Dosa
Allah ﷻ tanya retoris untuk mengguncang hati:“Dan tahukah kamu apa Saqar itu?”
(QS. Al-Muddatstsir: 27) Saqar adalah api yang bernyawa, menurut tafsir Ibnu Abbas ra. Ia tak seperti api dunia yang mati; Saqar bernafas, bergerak, dan haus darah dosa. Panasnya membara dari bara neraka, menghisap jiwa penghuninya seperti binatang buas.
Allah firman:“Saqar tidak meninggalkan dan tidak pula membiarkan.”
(QS. Al-Muddatstsir: 28)Penjelasan mengerikan:Tidak meninggalkan: Tubuh hancur jadi abu, lalu Allah ciptakan ulang—kulit baru, daging segar—untuk dibakar lagi. Siklus ini tak berujung, seperti roda gila yang tak pernah lelah.
Tidak membiarkan: Rasa sakit tak pernah reda. Otak mendidih, usus terpelintir, darah menguap jadi uap panas. Jeritanmu bergema, tapi tak ada ampun.Rasulullah ﷺ ingatkan: “Sesungguhnya orang kafir di neraka, setiap kali kulitnya hangus, Kami ganti dengan kulit baru agar mereka merasakan azab dengan sempurna.” ( QS. An-Nisa: 56, HR. Bukhari-Muslim).
Saqar tak kenal istirahat—ia 70 derajat lebih panas dari api dunia, menurut Hadits, membakar bukan hanya badan, tapi ruh yang menolak tauhid. Kulit Dikuliti, Daging Mengalir: Siksaan yang Tak TerkiraAllah ﷻ gambarkan:“(Saqar adalah) pembakar kulit manusia.”
(QS. Al-Muddatstsir: 29)
Kulit, saraf rasa paling sensitif, jadi sasaran utama. Hangus dalam sekejap, melepuh seperti kapas dibakar, lalu kulit baru tumbuh—instant, agar siksa berlanjut.
Al-Qurtubi sebut: Saqar menguliti lapis demi lapis, daging luruh campur darah hitam (qitar), otak mendidih dari telinga, hati teriris seperti daun kering.
Di ayat lain:“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab.”(QS. An-Nisa: 56)
Maha ngerinya? Bayangkan: api merayap pelan, menggigit jari kaki naik ke kepala. Tak ada obat, tak ada dingin—hanya bara Saqar yang mengisap nyawa pelan-pelan, sambil bisik dosamu.
Penghuni saling injak demi hembusan angin sejuk tipis, tapi Saqar tertawa, bakar lebih hebat.
Penghuni Saqar: Mereka yang Lalai Shalat dan Dustakan Akhirat
Allah tanya langsung:“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar?”
Mereka jawab:
“Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang shalat, dan kami tidak memberi makan orang miskin, dan kami tenggelam bersama orang-orang yang tenggelam (dalam dosa), dan kami mendustakan hari pembalasan.”
(QS. Al-Muddatstsir: 42–46)
Ciri khas penghuni:Meremehkan shalat: Tinggalkan fardhu, anggap remeh panggilan Rabb.
Keras hati ke fakir miskin: Bukat zakat, tak peduli yatim piatu.Bergaul dosa besar: Minum, zina, riba—tenggelam tanpa istighfar.Dustakan akhirat: “Kami aman,” katanya, tapi Saqar tunggu mereka.Mereka yang lalai taubat.
19 Malaikat Penjaga Saqar Tanpa Iba
Allah firmankan:“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”
(QS. Al-Muddatstsir: 30)Malaikat Zabaniyah: Bukan manusia rapuh. Mereka raksasa, cambuk besi panas, mata tajam tak berkedip. Tak lelah 5000 tahun, tak iba meski jerit memilukan. Bagi mereka, siksa ibadah mutlak kepada Ar-Rahman yang Maha Adil.
Jeritan Sia-Sia: Taubat Terlambat di Saqar
Penghuni merengek:“Ya Rabb, keluarkanlah kami, kami akan beramal saleh!”
Allah jawab:
“Tinggallah dengan hina di dalamnya dan jangan berbicara dengan-Ku.”
(QS. Al-Mu’minun: 108)
Air mata Saqar tak lagi sadih—penyesalan datang saat pintu rahmat tutup.
Bangunlah, Hamba yang Masih Hidup!Saqar ciptaan Allah untuk membangunkan umat lalai, bukan takutkan mukmin. Hari ini, shalatmu sah, taubatmu mustajab. Rasulullah ﷺ sabda: “Barangsiapa shalat seperti shalatku, maka baginya surga.” (HR. Ahmad).
Sebelum Saqar menguliti kulitmu, rendam dengan wudhu, tekan ke sajadah, lafazkan istighfar.
Renungan Akhir: Pilih Surga atau Saqar?Saqar tak kenal ampun—api zalim bagi penolak peringatan. Tapi Allah Maha Pengasih bagi yang taubat. Surga hijau nan nikmat tunggu langkahmu.
Jauhi Saqar dengan shalat malam ini. Doa Penutup;
Ya Allah… jauhkan kami dari Saqar yang mengerikan, lindungi keluarga dari api penguliti.Lembutkan hati kami dengan Al-Qur’an sebelum dibakar, terima taubat sebelum terlambat.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn 🤲. ***
(Hasan Basri Siregar KA Biro Utomo News Deli Serdang).
Views: 9












