Berita  

Orang Tua Geram: Kebijakan ‘Naik Kelas Otomatis’ Sejak 2013 Ciptakan Generasi Ijazah Kosong dan Malas Belajar

 

 

Medan, Utomo news, 12 Mei 2026 – |

 

Seorang orang tua murid di Sumatra Utara menggegerkan publik lewat video viral yang mengkritik habis-habisan kebijakan pemerintah yang melarang siswa tinggal kelas sejak diterapkan pada 2014, dengan tudingan mencetak lulusan “bodoh tapi bergelar” yang siap dipecat dunia kerja. 

 

“Lebih baik anak saya tinggal kelas daripada naik kelas tapi tidak tahu apa-apa,” tegas pembicara dalam rekaman berdurasi singkat itu, menyoroti bagaimana aturan sejak era Kurikulum 2013 membuat siswa bebas bolos, merokok, bahkan melawan guru tanpa takut gagal.

 

Kebijakan ini lahir dari pengumuman Kemendikbudristek pada Desember 2013, efektif tahun ajaran 2014/2015 untuk SD dan setara, dengan tujuan hilangkan stigma pengulangan kelas melalui rapor naratif dan remedial—bukan auto-lulus mutlak. 

 

Diperkuat Kurikulum Merdeka sejak 2022, aturan memberi otonomi sekolah menilai kompetensi, tapi sering disalahartikan sebagai “semua naik terus”, picu keluhan guru enggan disiplin karena larangan kekerasan fisik dan ancaman laporan polisi.

 

Dampaknya kian nyata di lapangan: siswa lebih banyak nongkrong di warung ketimbang belajar, guru pasrah “yang penting digaji”, sementara orang tua modern lebih lindungi anak dari teguran daripada dorong ilmu—berbeda era dulu di mana berdiri depan kelas jadi hukuman biasa.

 

Kritik serupa bergaung di media sosial 2026, dengan guru dan aktivis usul kembalikan sistem tinggal kelas untuk jaga kualitas, sebab Kurikulum Merdeka tak eksplisit larang retensi tapi remedial tak selalu efektif cegah degradasi.

 

Lebih luas, krisis pendidikan Indonesia terukur dari survei PISA rendah dan laporan Kompasiana soal minat belajar anjlok akibat kurikulum gonta-ganti, ditambah beban guru overload tanpa dukungan hukum kuat.

 

Pakar pendidikan ingatkan, ijazah tanpa kompetensi cuma “sampah”, bakal lahirkan tenaga kerja tak siap industri 4.0—urgensi revisi kebijakan kini mendesak agar sekolah kembali jadi tempat cari ilmu, bukan pabrik gelar instan. ( Hari’S).

Views: 25