MIANGAS, Utomo news, Minggu, 10/5/2926— |
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas, pulau terluar paling utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, sebagai penegasan bahwa negara tidak hanya hadir di pusat-pusat pemerintahan, tetapi juga di wilayah paling jauh dari ibu kota. Kunjungan itu menjadi simbol kehadiran negara di garis depan kedaulatan, sekaligus membawa pesan penguatan semangat persatuan bagi warga di perbatasan.
Dalam unggahan akun Facebook resmi Sekretariat Kabinet RI pada Minggu, 10 Mei 2026, disebutkan bahwa kehadiran Presiden di Miangas bukan sekadar agenda kunjungan kerja, melainkan wujud perhatian negara terhadap masyarakat yang hidup di pulau kecil dengan akses terbatas.
Pulau Miangas sendiri dihuni sekitar 800 jiwa dan untuk mencapainya hanya tersedia dua kali penerbangan dalam seminggu saat cuaca mendukung, atau perjalanan laut yang dapat memakan waktu hingga 24 jam.
Di tengah sambutan hangat warga, termasuk senyum anak-anak yang menerima hadiah, kunjungan Presiden disebut menghadirkan suasana penuh kegembiraan. Momen itu menjadi gambaran bahwa pembangunan dan perhatian pemerintah tidak berhenti di kota-kota besar, tetapi menjangkau wilayah paling ujung nusantara.
Sekretariat Kabinet RI dalam catatan yang diunggah di media sosialnya menekankan bahwa Indonesia bukan semata soal wilayah yang mudah dijangkau, melainkan tentang setiap jengkal tanah air yang dijaga bersama.
Kehadiran Presiden di Miangas pun dipandang sebagai pesan politik dan kebangsaan bahwa seluruh warga negara memiliki posisi yang setara dalam perhatian negara.
Pulau Miangas selama ini dikenal sebagai salah satu titik strategis Indonesia di perbatasan utara. Selain memiliki nilai geografis penting, daerah ini juga mencerminkan tantangan nyata pemerataan layanan publik, transportasi, dan konektivitas antarpulau.
Karena itu, kunjungan presiden ke wilayah tersebut dinilai memiliki makna simbolik yang kuat: negara hadir bukan hanya saat mudah, tetapi justru ketika rakyat berada di tempat paling jauh.
Kehadiran Prabowo di Miangas sekaligus mempertegas narasi bahwa pembangunan nasional harus menyentuh wilayah perbatasan, pulau kecil, dan daerah terpencil sebagai bagian utuh dari Indonesia. Dari ujung utara negeri, pesan yang dibawa sederhana namun penting: tidak ada warga yang ditinggalkan. (Hari’S / Utomo news).
Views: 47












