Berita  

Terobosan Akademik USU: Hand Sanitizer 3-in-1 Organik dari Kalsium yang Bisa Diminum, Aman untuk Mata, dan Memutihkan Kulit!

 

Medan, Utomo news, 23 April 2026 – |

Di tengah evolusi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pasca-pandemi COVID-19, tim peneliti Universitas Sumatera Utara (USU) menciptakan inovasi revolusioner: hand sanitizer 3-in-1 berbasis organik yang tidak hanya membunuh kuman, tapi juga aman dikonsumsi, membersihkan mata dari debu atau radiasi gadget, serta memudarkan bercak hitam pada kulit.

Temuan ini dipimpin langsung oleh Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si., Kepala Laboratorium Kimia dan Nuklir USU, didampingi Dra. Dara Aisyia, M.Si., PhD, Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU.

Inovasi ini menjawab keterbatasan hand sanitizer konvensional yang booming saat masa COVID-19. Saat itu, produk pembersih tangan berbasis alkohol (60-95%) seperti etanol atau isopropil alkohol menjadi penyelamat utama, didukung air sebagai pelarut, gliserin atau aloe vera untuk melembapkan kulit, hidrogen peroksida untuk membunuh spora bakteri, serta pewangi dan pewarna untuk daya tarik.

Namun, penggunaannya terbatas: dilarang kontak dengan mata atau diminum karena risiko iritasi, keracunan, atau kerusakan organ.

Berbeda total, hand sanitizer 3-in-1 USU sepenuhnya organik tanpa bahan kimia sintetis. Bahan dasarnya kalsium alami yang diolah menjadi formula multifungsi: berubah menjadi “air berkalori” saat dikonsumsi, sehingga aman diminum untuk menambah asupan energi harian. Secara ilmiah, kalsium organik ini memanfaatkan sifat bioavailable-nya—mudah diserap tubuh—untuk mendukung metabolisme seluler, mirip suplemen nutrisi alami.

“Ini bukan sekadar pembersih, tapi solusi holistik berbasis IPTEK nuklir dan kimia organik,” tegas Dr. Sontang, menjelaskan proses laboratorium yang mengintegrasikan fisika nuklir untuk mengoptimalkan struktur molekuler kalsium agar multifungsi, ungkap Dr Sontang saat memaparkan kepada Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan Rabu ( 22/4/2026)

Menurut Dt Sontang, ungsi tiga-in-satu ini mencakup:
Pembersih multifungsi: Membersihkan tangan dari kuman, kotoran mata akibat debu atau radiasi elektromagnetik dari HP (seperti blue light dan panas inframerah), serta memutihkan wajah dan menghilangkan plek hitam melalui aksi eksfoliasi alami dan regenerasi sel kulit.

Nutrisi internal: Saat diminum, menyediakan kalori tambahan dari kalsium yang terkonversi menjadi energi, ideal untuk kondisi kekurangan gizi atau aktivitas tinggi.
Revitalisasi kulit: Meningkatkan pertumbuhan kesegaran kulit dengan merangsang kolagen alami, hasil riset kolaboratif antara lab kimia-nuklir dan administrasi publik untuk aplikasi publik.

Dra. Dara Aisyia menambahkan, “Kelebihannya luar biasa untuk mobilitas tinggi, seperti jemaah haji yang butuh perlindungan higienis sekaligus nutrisi di lingkungan ekstrem. Temuan ini lahir dari pendekatan akademis interdisipliner, menggabungkan kimia organik, biologi seluler, dan kebijakan publik untuk inovasi berkelanjutan.”

Riset ini telah melalui uji laboratorium USU, dengan potensi paten nasional untuk mendukung industri farmasi hijau Indonesia.
Temuan ini menandai kemajuan IPTEK Indonesia di era pasca-pandemi, di mana sanitasi tak lagi terpisah dari nutrisi dan kecantikan. Dr. Sontang optimis produk ini siap diproduksi massal, mendukung swasembada kesehatan nasional. (Hari’S)

Views: 6