Deliserdang,Utomo news , Minggu, 12 April 2026-|
Unggahan akun Facebook Robby pada hari ini, warga Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, merasa dirugikan parah oleh kinerja PDAM Tirta Deli. Tagihan air yang tiba-tiba membengkak hingga Rp50 juta lebih dalam setahun, meski pemakaian harian hanya untuk mandi dan cuci piring, berujung pemutusan layanan tanpa penyelesaian.
Keluhan ini viral di media sosial, karena dalam tulisannya, Robby meminta perhatian dan respons Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Sumut Bobby Nasution, hingga Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan.
Menurut Robby, warga yang mengaku sebagai keluarga TNI, menceritakan kisahnya dengan nada frustrasi mendalam. Awalnya, tagihan airnya normal hanya Rp100 ribu per bulan. Tapi tiba-tiba, setelah setahun, PDAM memberitahu tunggakan Rp15 juta (rata-rata Rp1,5 juta per bulan).
“Saya komplain ke kantor mereka, kenapa baru diberitahu setelah setahun? Mereka bilang ada kebocoran di instalasi rumah saya,” tulis Robby di unggahannya.
Tak terima begitu saja, Robby langsung memperbaiki seluruh pipa air di rumahnya. Hasilnya? Tagihan malah melonjak menjadi Rp30 juta setelah setahun berikutnya. Komplain kedua, Robby meminta penggantian meteran air yang sudah lama mati tapi tiba-tiba hidup lagi. “Saya pernah lihat sendiri, saat air mati di seluruh Lubuk Pakam, meteran saya tetap berputar kencang tanpa air keluar,” tambahnya.
PDAM tetap menyalahkan instalasi rumah Robby, tanpa solusi konkret seperti ganti meteran. Padahal, pemakaian air Robby minim karena rumahnya untuk jualan—tak masak atau cuci baju (pakai laundry). Tagihan kembali meledak ke Rp50 juta lebih, dan akhirnya air diputus.
Saat dihubungi media terkait unggahannya di fesbuk Minggu, (12/4) Robby mengakuinya, bahkan ia menambahkan, tudingan pihak tirtanadi ada kebocoran pipa instalasi air di rumahnya, setelah kami periksa tidak ada yang bocor.
Saat pemutusan, polisi militer TNI AD mendampingi petugas PDAM. Robby tetap hormat pada TNI, tapi pesannya tegas: “Jangan lagakan masyarakat dengan TNI, saya juga keluarga TNI. Saya sangat menghargai TNI.”. Ungkapnya.
Keluhan ini menyoroti masalah kronis PDAM Tirta Deli: air sering mati di Lubuk Pakam, meteran ‘hidup sendiri’, dan tagihan tak wajar yang membebani masyarakat. Robby tagih pihak berwenang seperti DPR RI, DPRD Sumut, DPRD Deli Serdang, agar memperhatikan keluhan warga.
Hingga unggahan ini diturunkan, belum ada respons resmi dari PDAM Tirta Deli, setelah dikonfirmasi media ini melalui pesan whatsapp kepada petugas bermarga Sianturi, Minggu siang, (12/4/2026).
Kasus ini mencerminkan keresahan warga Deli Serdang soal layanan PDAM yang dinilai bobrok. Data BPS Sumut 2025 menunjukkan cakupan air bersih di wilayah ini baru 65%, dengan keluhan tagihan tak akurat sering muncul di media sosial. (Hari’S).
Views: 148












