Berita  

Tagihan Air Fantastis Rp23 Juta Tanpa Meteran: Tirta Deli Dituding Nekat Tagih Tunggakan 72 Bulan ke Warga Deli Serdang

Tagihan Air Fantastis Rp23 Juta Tanpa Meteran: Tirta Deli Dituding Nekat Tagih Tunggakan 72 Bulan ke Warga Deli Serdang

 

Deli Serdang,Utomo news, 11 April 2026 –|

 

Warga di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Deli Serdang, mengeluhkan praktik kontroversial PDAM Tirta Deli yang menagih tunggakan air selama 72 bulan mencapai Rp23 juta, meski meteran air milik perusahaan hilang dicuri sejak 2018. Kasus ini mencuat setelah akun Facebook Taufik Rahman mengunggah keluhan pada Sabtu (11/4/2026), menyoroti dugaan ketidakadilan dan “ilmu perdukunan” dalam perhitungan tagihan.

 

Menurut narasi Taufik Rahman, meteran air (kWh meter) milik Tirta Deli dicuri pada 2018. Pelanggan segera melapor ke perusahaan, tapi diminta bayar biaya pemasangan baru sekitar Rp950 ribu – padahal meteran itu aset BUMD.

 

Karena butuh air dan enggan keluar biaya besar, pelanggan akhirnya memakai air tanpa meteran hingga kini.

 

Saat meteran masih ada, tagihan bulanan rata-rata hanya Rp60 ribu.

Kejutan datang via surat resmi dari Tirta Deli: tunggakan 72 bulan dengan total Rp23 juta, rincian per bulan melonjak dari Rp36 ribu hingga Rp900 ribu.

 

Angka pemakaian kubik meter pun “ditebak-tebak” perusahaan tanpa dasar meteran fisik. “Bagaimana Tirta Deli bisa dapat angka itu? Dari mana sumbernya? Ini seperti perdukunan,” tulis Taufik Rahman, menyoroti ketidaklogisan perhitungan.

 

Belum lagi, tarif pelanggan rumah tangga diam-diam dinaikkan jadi tarif usaha tanpa pemberitahuan. “Kalau minta bayar rata-rata seperti dulu saat meteran ada, masih masuk akal. Tapi ini nekat tagih angka fiktif,” tambahnya.

 

Kasus serupa diduga menimpa banyak pelanggan lain yang kehilangan meteran, berpotensi rugikan PAD Deli Serdang dan program Bupati.

 

Taufik juga menduga Tirta Deli tak serius buru pencuri meteran. “Herannya, pelapor justru diminta bayar pemasangan baru. Kalau dipasang, apakah meteran jadi milik pelanggan? Ada dugaan kerja sama dengan pencuri atau ‘main sulap’ internal,” kritiknya.

 

Ia menuntut transparansi: “Dari mana angka rupiah dan kubik itu? Berikan solusi adil tanpa rugikan pelanggan.”

Hingga berita ini diturunkan, Tirta Deli belum merespons. Kasus ini jadi tanda tanya etika BUMD di tengah tuntutan pelayanan air prima bagi warga Deli Serdang. (Hari’S).

Views: 140