Medan, Utomo News, Senin 2 Maret 2026-|
Amerika Serikat (AS) bukan sekadar kekuatan super—ia adalah mesin intervensi brutal yang menangkap atau gulingkan presiden negara lain seenaknya, lalu cuci tangan saat negara korban jadi neraka. Dari Manuel Noriega (Panama, ditangkap 1989) hingga Nicolás Maduro (Venezuela, ditangkap Januari 2026 oleh pasukan khusus AS atas tuduhan narko-terorisme), daftarnya mencengangkan:
Saddam Hussein (Irak, 2003), Muammar Gaddafi (Libya, dibunuh 2011), dan upaya serupa di Venezuela serta Kuba. Ini bukan keadilan, tapi teror negara yang ninggalin jutaan mayat, ekonomi hancur, dan masyarakat tercerai-berai—cukup layak Amerika disebut Raja Teroris Dunia, apalagi dengan sekutunya Israel yang brutal di Palestina dan Yaman.
Negara-negara Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika masihkah kalian tutup mata? Kalian yang impor senjata AS miliaran dolar, ikut sanksi anti-Iran, atau diam saat Gaza dibom habis—bangun sebelum giliran kalian!
Daftar Presiden “Ditangkap” AS: Bukti Arogan Hegemoni
AS telah campuri kedaulatan puluhan negara dengan invasi atau ekstradisi pemimpin:Manuel Noriega (Panama, 1989): Ditangkap saat invasi AS, divonis narkoba—Panama kacau pasca itu.
Saddam Hussein (Irak, 2003): Digulingkan invasi AS, dieksekusi 2006. Muammar Gaddafi (Libya, 2011): Dibunuh pemberontak didukung NATO-AS. Nicolás Maduro (Venezuela, 2026): Ditangkap langsung di Caracas oleh pasukan AS atas tuduhan narko-terorisme, picu protes global.
Ini pola berulang: tangkap pemimpin, janji demokrasi, tinggalkan kekosongan yang lahirkan teroris, Taliban, atau milisi.
Libya: Dari “Surga Afrika” Jadi Neraka Puing Rp10.000 Triliun
Dikala memimpin Presiden Gaddafi, Libya punya GDP per kapita US$11.000 (tertinggi Afrika), HDI top, pendidikan gratis, harapan hidup 75 tahun. Pasca-intervensi AS-NATO 2011?
Kerugian ekonomi US$600 miliar (Rp9.600 triliun) dalam dekade, GDP 2023 bisa 74% lebih tinggi tanpa konflik. Sekarang: milisi berperang, migrasi maut, kemiskinan melonjak—bukti “pembebasan” ala AS cuma fatamorgana.
Irak: 200.000+ Korban, teroris lahir dari Kekacauan AS
Invasi 2003 klaim Saddam ciptakan teroris, tapi hasilnya: 187.000–211.000 warga sipil tewas (hingga 2017, plus ribuan pasca), kemiskinan naik 22,5% nasional (41% di wilayah Irak).
Ekonomi ambruk akibat harga minyak jatuh, utang US$80 miliar, 12 juta berisiko miskin—semua karena “demokrasi paksa” AS.
Afghanistan: US$2,26 Triliun Hilang, 241.000 Nyawa Raib
20 tahun perang: 241.000 tewas (71.000 sipil Afghan, 2.400 tentara AS, 66.000 polisi Afghan). Biaya AS US$2,26 triliun—penarikan 2021 tinggalkan Taliban kuasai, jutaan mengungsi lagi.
Venezuela: Sanksi AS Picu Inflasi 600%, Kelaparan Massal
Sanksi AS sejak 2015 bikin inflasi 270% tahunan (IMF 2025), proyeksi 600% 2026; Maduro ditangkap 2026 picu bolivar anjlok 20-30% bulanan. Ekonomi runtuh, impor terganggu—bukti “tekanan demokrasi” AS justru bikin rakyat kelaparan.
Israel: Mitra Teroris AS, Gaza-Yaman Jadi Kuburan Massal
Sejak 1948: 136.000+ martir Palestina, Gaza pasca-7 Okt 2023: 37.500 tewas (15.000 anak, 10.000 wanita). Dukungan AS-Israel-Britania 2024-2025: 2.800 serangan udara, 1.669 korban sipil (441 mati, termasuk 38 anak). Ini genosida terbuka, didukung senjata AS senilai miliaran.
Seruan untuk Negara-Negara yang Masih Buta
Indonesia, Malaysia, Arab Saudi—kalian beli F-35 AS, ikut blokade Gaza, atau diam saat pemimpin tertinggi Iran Khomeini dibunuh ? Ini bencana: besok giliran Laut China Selatan atau isu lokal kalian “diobok-obok”.
Tolak hegemoni AS-Israel! Boikot senjata, sanksi balik, dukung Palestina- Iran Solidaritas Islam dan global adalah obatnya—jangan biarkan Raja Teroris ini kuasai dunia lagi. Waktunya bertindak, sebelum terlambat!. (*).
Views: 21













