Minab, Utomo News, Minggu,1 Maret 2026 -|
Serangan udara bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan, Iran selatan, menewaskan setidaknya 108 siswi dan melukai puluhan lainnya. Insiden mengerikan ini terjadi pada akhir Februari 2026 sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran “Operation Epic Fury” yang diluncurkan AS di bawah arahan Presiden Donald Trump, menargetkan kepemimpinan Iran termasuk fasilitas IRGC dekat lokasi.
Latar Belakang Serangan
Konflik memanas setelah kegagalan negosiasi nuklir dan represi Iran terhadap demonstran, memicu AS dan Israel melancarkan serangan udara masif sejak 27 Februari 2026. Presiden Trump mengonfirmasi “major combat operations” melalui video di Truth Social, dengan target utama situs nuklir dan markas IRGC, meski Iran menuduh adanya pemboman sipil disengaja.
Sekolah Shajarah Tayyebeh di Minab, yang berada dekat pangkalan IRGC, hancur total akibat rudal tiga tahap. Media Iran seperti IRNA melaporkan 108 korban jiwa, mayoritas siswi muda saat jam belajar bergilir, sementara BBC mencatat angka serupa tanpa konfirmasi independen penuh dari AS-Israel.
Korban dan Dampak
Gubernur Minab Mohammad Radmehr menyatakan 53 siswi masih tertimbun puing saat operasi penyelamatan berlangsung, dengan korban luka mencapai 92 orang. Menteri Luar Iran Abbas Araghchi memposting gambar puing sekolah berlumuran darah, menyebutnya “kejahatan terhadap rakyat Iran” dan menjanjikan balasan.
Rekaman yang dirilis menunjukkan siswi berlumuran darah dievakuasi, sementara Iran menyerukan sidang darurat DK PBB atas pelanggaran hukum internasional. Total korban sipil di seluruh serangan dilaporkan melebihi 200 jiwa oleh Palang Merah Iran.
Respons Internasional
Iran membantah kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei meski rumor menyebar, sementara AS-Israel klaim hanya target militer.
Media global seperti Al Jazeera dan NYT memverifikasi video puing, mempertanyakan klaim “presisi” serangan.Kementerian Luar Iran mengecam pemboman “siang bolong” ini sebagai agresi barbar, dengan duta besar ke PBB Amir-Saeid Iravani menuduh target sipil disengaja. (HBS).
Views: 66













