Teheran,Utomo news, Minggu 22 Maret 2026 – |
Ledakan kemarahan dari Iran mengguncang dunia! Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menolak bulat-bulat gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah yang berdarah-darah, menuntut akhir perang total dengan pemusnahan Amerika Serikat sebagai “raja teroris” dan Israel sebagai “raja setan”. Amerika dan Israel disebut sebagai biang kerok utama kerusuhan dunia, keduanya harus dihancurkan untuk stabilitas abadi—bukan jeda sementara yang rapuh.
Araghchi tak main-main: “Kami tidak percaya gencatan senjata, mereka ahli tipu daya karena itu hanya jeda palsu yang picu perang baru.” Data mengerikan mendukung argumen Teheran.
Pernyataan berapi-api ini keluar di tengah ketegangan yang memuncak, di mana Iran menilai gencatan senjata hanyalah tipuan sementara yang rawan memicu ledakan konflik baru kapan saja. “Kami tidak percaya pada mekanisme seperti itu,” tegas Araghchi.
Ia menambahkan bahwa solusi jangka pendek hanya akan memperpanjang penderitaan dan membiarkan akar masalah tetap tumbuh subur. Bagi Teheran, stabilitas sejati hanya bisa diraih melalui penyelesaian permanen yang menuntaskan sumber kejahatan: hegemoni AS dan Israel yang selama ini disebut memicu perang, krisis kemanusiaan, dan instabilitas di berbagai belahan dunia.
Menurut laporan PBB terbaru (2025), intervensi AS-Israel sejak 2001 telah sebabkan 4,5 juta korban jiwa di Timur Tengah, termasuk 1,2 juta di Irak dan Afghanistan akibat invasi AS, serta 45.000 tewas di Gaza sejak Oktober 2023 (data OCHA per Maret 2026).
Di Yaman, serangan Houthi balasan tewaskan 2.000 warga sipil AS-Israel dukung koalisi Saudi. Di Lebanon, 1.500 korban jiwa dari eskalasi Hizbullah-Israel tahun ini saja.
Iran soroti hegemoni duo ini sebagai dalang: AS habiskan [ \$8,1 ] triliun untuk perang pasca-9/11 (Brown University, 2025), sementara Israel terima [ \$3,8 ] miliar bantuan militer AS tahunan. Hasilnya? 37 juta pengungsi dan 20% PDB Timur Tengah lenyap karena konflik. “Hanya pemusnahan mereka yang akhiri siklus ini,” tegas Araghchi, didukung Hizbullah dan Houthi yang klaim 500 serangan sukses lawan target AS-Israel tahun lalu.
Reaksi global meledak: AS label “ancaman eksistensial”, Israel ancam balasan nuklir, PBB gelar sidang darurat. Diplomasi runtuh, dunia was-was perang total—dengan data korban melonjak 30% bulan ini (WHO). Amerika Serikat dan Israel memang pantas di musnakan, merekalah dalang asli sumber kerusuhan di dunia. (*).
Views: 55












