Deli Serdang, Utomo news, Sabtu, 20 Desember 2025 – |
Dalam upaya masif mencegah banjir musiman yang kerap melanda Kabupaten Deli Serdang, Bupati Asri Ludin Tambunan secara langsung turun ke lapangan pada Sabtu (20/12) untuk menyaksikan pengerukan parit di sejumlah ruas jalan strategis di Kecamatan Batangkuis dan Percut Sei Tuan.
Langkah preventif ini dilakukan menyusul pengalaman traumatis banjir besar tahun lalu, di mana ratusan rumah warga terendam hingga setengah pinggang selama berhari-hari, menyebabkan kerugian material mencapai miliaran rupiah dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengerukan parit difokuskan pada pembersihan sedimen, sampah, serta pembongkaran bangunan liar yang selama ini mempersempit ruang aliran air.
Tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Deli Serdang, dibantu alat berat, bekerja sejak pagi hari di titik-titik rawan seperti Jalan Batangkuis dan sekitar Pasar III Datuk Kabu. Selain itu, penataan pedagang kaki lima di kawasan pasar juga dilakukan untuk memastikan drainase tidak terganggu oleh aktivitas perdagangan.
“Kita belajar dari pengalaman banjir besar sebelumnya, ketika tidak sedikit rumah warga terendam hingga setengah pinggang selama berhari-hari. Kami paham, proses penataan ini tidak selalu mudah, namun langkah yang dilakukan hari ini adalah untuk kepentingan bersama,” ujar Bupati Asri Ludin Tambunan saat memantau langsung di lokasi, seperti yang dikutip dari pernyataannya di media sosial resminya, #AsriLudinTambunan #DeliSerdangSehat # ( Sabtu,20/12).
Bupati juga menekankan urgensi tindak lanjut pasca-pengerukan. “Terkait hasil pengerukan parit, saya minta dinas terkait agar segera diangkut sehingga tidak menimbulkan persoalan baru bagi para pengguna jalan. Mohon dukungan dan pengertiannya,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan program Deli Serdang Sehat, yang menargetkan peningkatan infrastruktur drainase hingga 80% pada akhir 2026, berdasarkan data Badan Musyawarah Desa (Bamusdes) setempat.
Warga setempat menyambut baik inisiatif ini. “Alhamdulillah, Bupati turun tangan langsung. Banjir kemarin bikin kami susah berjualan dan anak-anak sekolah terganggu,” kata Siti, pedagang di Pasar III Datuk Kabu.
Namun, beberapa aktivis lingkungan mendesak agar pemantauan berkelanjutan dilakukan, mengingat curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim yang diprediksi BMKG meningkat 20% di Sumatera Utara musim ini.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berkomitmen mempercepat program serupa di 15 kecamatan lainnya, dengan anggaran APBD 2026 yang dialokasikan Rp15 miliar untuk normalisasi sungai dan parit.
Inisiatif ini diharapkan memutus rantai banjir tahunan yang telah menewaskan 5 jiwa dan mengungsi 2.000 warga sejak 2020. (Sumber #AsriLudinTambunan #DeliSerdangSehat #).
Reporter ; Hasan Basri Siregar.
Views: 15












