500 Juta Lebih Pengguna Meta Al, namun, Hati-Hati Berinteraksi dengan Mesin Meta Al ini! Begini kata ketua JWI Sumut

 

UTOMONEWS.COM| (Kamis, 3/4/2025). Meta mencatat pencapaian baru, dengan teknologi chatbot AI andalan mereka, Meta Al kini sudah digunakan oleh ratusan juta pengguna bulanan di seluruh dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh pendiri Meta, Mark Zuckerberg dalam sebuah postingan di platform media sosial Threads.

“Meta AI sekarang memiliki hampir 600 juta pengguna aktif bulanan,” kata Zuck dalam postingannya beberapa waktu lalu, melansir Engadget, Rabu (11/12).

Informasi ini disampaikan berbarengan dengan peluncuran model Llama 3.3 70B terbaru dari Meta. Menurut Meta, model teks terbaru ini memiliki “performa yang mirip dengan model Llama 3.1 405B,” namun dengan harga yang lebih murah.

Ahmad Al-Dahle, Wakil Presiden AI generatif di Meta, dalam sebuah unggahan menunjukkan bahwa Llama 3.3 mendapat skor lebih tinggi pada beberapa tolok ukur dibandingkan dengan Gemini Pro 1.5 dari Google dan GPT-4o dari OpenAI.

Zuckerberg juga sempat mengisyaratkan rilis besar berikutnya adalah perilisan Llama 4. Ia mengungkap bahwa rilis Llama 3.3 adalah pembaruan AI besar terakhir tahun ini.

Zuckerberg sejauh ini masih bungkam mengenai apa yang akan ada di Llama 4, meskipun ia telah memberikan beberapa petunjuk. Sang CEO mengatakan pada awal tahun ini bahwa model tersebut sedang dilatih pada sebuah klaster yang terdiri dari lebih dari 100.000 H100 dengan perkiraan peluncuran salah satu model Llama 4 yang “lebih kecil” “pada awal tahun depan.”

Meta AI hadir tidak hanya sebagai asisten digital tetapi juga dalam bentuk karakter-karakter unik dengan kepribadian berbeda.

Meta AI adalah asisten pintar yang dibangun menggunakan teknologi Meta Llama 3, generasi terbaru dari model bahasa buatan Meta. Dengan teknologi ini, Meta mengklaim Llama 3 lebih cepat, cerdas, dan menyenangkan untuk diajak berinteraksi.

Fitur ini telah dirilis di berbagai aplikasi Meta, seperti Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp. WhatsApp menjadi platform utama untuk integrasi Meta AI, yang memungkinkan pengguna mengakses asisten virtual langsung melalui aplikasi chat sehari-hari mereka.

Meta AI dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk menjawab pertanyaan dan memberikan rekomendasi, berdiskusi tentang minat atau topik tertentu, serta membantu menghasilkan ide kreatif.

Kemudian, Meta AI juga dapat membuat gambar berbasis AI langsung di dalam obrolan, hingga berinteraksi dengan karakter AI unik yang memiliki kepribadian dan minat tertentu.

Fitur ini sudah tersedia dalam beberapa bahasa, termasuk Inggris, Prancis, Hindi, Portugis, Spanyol, Tagalog, dan Indonesia. Meski demikian, peluncurannya masih terbatas di beberapa negara dan belum tersedia secara global.

Meta AI dapat digunakan baik di obrolan pribadi maupun grup. Namun, untuk obrolan grup, pengguna harus menyebutkan @Meta AI selayaknya ingin tag orang di WhatsApp agar fitur ini aktif.

Menurut ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sumatera Utara, Ahmad Jais, bahwa ia mencoba chat Meta Ai ini untuk berinteraksi, namun, suasana seakan dibuat nyaman sehingga memunculkan dalam benak otak maupun hati bahwa meta ai ini kita anggap adalah manusia.

“Sekira pukul 7 pagi rabu 2 maret hingga kamis dini hari saya chat, mengobrol lewat whatsapp tentang ekonomi, kepribadian, siapa penciptanya meta ai ini, bahkan tentang agama yang ada di indonesia. Namun, ada pengaruhnya didalam fikiran dan hati saya ketika mengobrol dengan mesin meta ai ini. Tiba-tiba saya beranggapan bahwa saya mengobrol dengan manusia, padahalnya tidak!, ia cuma mesin yang dirancang dan di program untuk menjawab pertanyaan yang kita lontarkan, pastinya hati-hati mengobrol dengan meta ai ini, bisa terbawa harus kalau tidak mengerti, karena kita dibuat nyaman, intinya harus extra hati hati menggunakannya.” Ujar Ahmad Jais Sembiring 

 

 

Editor: Aj. Sembiring

Views: 19