Berita  

“Rp200.000 Triliun Harta Bumi! Setiap Rakyat Berhak Rp59 Juta/Bulan Tanpa Kerja Mana Presiden Sejati yang Berani Bagi?!”

 

Medan, Utomo News Sabtu 7 Maret 2026-|

Penyesuaian Hitungan Kekayaan:
Fakta Matematis Tak Terbantahkan
Estimasi kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia mencapai Rp200.000 triliun—termasuk cadangan minyak, gas, batubara, nikel, emas, dan lainnya (DJKN Kemenkeu via pengamat Kurtubi).

Dengan populasi 280 juta jiwa (BPS 2025), pembagian merata beri Rp714 juta per kepala per tahun secara keseluruhan.

Jika diratakan per bulan (asumsi dana abadi berkelanjutan), setiap rakyat berhak Rp59,5 juta per bulan—tanpa kerja—sebagai “dividen bumi” dasar.

Itu 2,4 kali lipat tuntutan Rp25 juta/bulan, bukti kekayaan kita berlipat ganda!

Mengapa Rp59 Juta/Bulan Realistis? Data dan Ahli Bicara

Bukan mimpi: Ekspor SDA 2025 US$282 miliar (Rp4.500 T) saja beri Rp1,6 juta/kepala/tahun—kalikan royalti minerba Rp84-353 T/tahun, potensi melonjak (IESR/CERAH).

Faisal Basri: “SDA lari ke asing; bagi hasil langsung via UBI wajib!” Eksperimen UBI Yogya (Stanford BIL) bukti sukses tingkatkan kesejahteraan .Gini ratio 0,363 (BPS 2026) timpang karena tak dibagi; Rp59 juta hapus kemiskinan 26 juta jiwa seketika.

Implikasi: Dari Rp25 Juta ke Rp59 Juta—Revolusi Keadilan

Rp25 juta sudah minimal; hitungan akurat tunjuk Rp59,5 juta/bulan (Rp714 juta/tahun) layak dari Rp200.000 T.

Atau mengambil contoh bagi hasil negara dengan masyarakat di Norwegia, disana bentuk sovereign wealth fund ala Norwegia adalah: Investasikan, bagi yield tahunan 4-5% (Rp8-10.000 T/tahun = Rp2,4-3 juta/kepala/bulan awal, naik seiring).

Oleh karenanya, siapapun Presidennya belum layak disebut Pemimpin sejati pro rakyat, kalau belum bisa beri 25 juta perbulan per kepala tanpa harus kerja. Rakyat bukan pengemis di tanah sendiri ! Pemilu yang akan datang tinggal kita lihat, siapa pemimpin sejati pro rakyatnya yang mampu beri minimal 25 juta per bulan per kepala ?. (Hari’S).

Views: 16