Medan, Utomo News, Jumat, 6 Maret 2026 |
Saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan 1945, kas negara kosong. Delegasi seperti Mohamad Zen Hassan terlantar di Kairo tanpa dana diplomasi. Muhammad Ali Taher, saudagar kaya Palestina dari Nablus yang bermukim di Mesir dan dikenal sebagai “raja media” Arab, tarik seluruh simpanannya dari Bank of Arabia—setara puluhan miliar rupiah hari ini—dan serahkan tanpa imbalan:”Ini dari hati untuk perjuangan Indonesia.”
Uang itu jadi “bensin” vital: Diplomat kita lobi Arab, Mesir akui kedaulatan kita pertama (17 Maret 1946, arsip Kemlu RI).Tanpa Taher, tak ada momentum pengakuan global. Ironi pahit: Palestina masih dijajah, Gaza hancur (lebih dari 45.000 tewas sejak Oktober 2023, data UN OCHA per Februari 2026), sementara kini pertempuran sengit Iran-Israel meletus—didukung penuh AS—memperburuk neraka Timur Tengah.
Dukungan AS Perkuat Israel, Gaza Makin Tercekik. Pada 2 Maret 2026, Israel serang fasilitas nuklir Iran di Natanz dan Fordow dengan 150 rudal balistik, balas serangan drone Iran ke pangkalan AS di Tel Aviv (laporan Reuters, 4 Maret 2026). AS kirim USS Gerald R. Ford dan 5.000 tentara tambahan ke Laut Merah, blokade bantuan Gaza (BBC, 5 Maret 2026). Korban: 1.200 warga sipil Iran tewas, Gaza tambah 2.500 jiwa (UN OCHA).
Ini bukti aliansi Trump-Israel perkuat agresi, bukan damai—sama seperti Agresi Belanda II 1948 saat Taher selamatkan kita.
Siapa Muhammad Ali Taher? Pengusaha media Palestina yang simpan simpati pada bangsa terjajah. Memoar Mohamad Zen Hassan catat: Saat Agresi II, Taher tarik tabungan Bank Arabia, serahkan tanpa kwitansi ke pemimpin Indonesia. “Terimalah semua kekayaan saya untuk memenangkan perjuangan,” katanya (Arsip ANRI/Kemlu RI).
Ironisnya Prabowo: Sumbang US 1 milyar Dollar atau setara Rp 17 triliun Gabung Board of Peace (BoP) pimpinan Amerika dengan Netanyahu sebagai anggota. Rencana: Kirim 8.000 TNI sebagai wakil komandan International Security Force (ISF, 20.000 pasukan mulai Rafah). Prabowo optimis: “Kita akan menang dengan Trump” (CNBC Indonesia, 28 Februari 2026).
Ditengah perang Iran-Israel, di mana AS-Trump dorong ISF kuasai Gaza—bukan bebaskan Palestina.MUI Tolak Keras: Bertentangan UUD 1945 dan Perdamaian Adil . MUI desak Prabowo cabut keanggotaan BoP: “Tak beri kemaslahatan Palestina, ada Netanyahu penjajah, langgar UUD 1945 dan Resolusi PBB 242” (mui.or.id, 4 Maret 2026).
Wakil Ketua Cholil Nafis: “Tidak mencerminkan keberpihahan ke Palestina.” Sudarnoto kritik: “Trump gagal cipta perdamaian adil, BoP penguatan Israel di tengah perang Iran” (NTBSatu, 5 Maret 2026). Idola Atatürk-nya Prabowo pilih aliansi Trump, bukan balas budi Taher.
Indonesia, bangun! Boikot BoP, prioritas Gaza—jangan lupa kacang pada kulitnya di saat Iran-Israel perang sengit, AS dukung Israel.
Sumber: Arsip Kemlu/ANRI, MUI.or.id, UN OCHA (Feb 2026), Reuters/BBC (3-5 Maret 2026), CNBC Indonesia, NTBSatu, Tempo (2025-2026). (Hari’S)
Views: 23












