Berita  

RAJOUB TOLAK JABAT TANGAN “OKUPAN” ISRAEL: “TIDAK ADA PERDAMAIAN DENGAN PENINDAS!”

 

 

VANCOUVER, KANADA , Utomo News,Jum’at 1/5/2026 – |

 

Momen mengguncang terjadi di panggung dunia saat Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, Kanada, Kamis (30/4/2026) . Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), Jibril Rajoub, secara tegas menolak ajakan jabat tangan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman . 

 

Penolakan ini menjadi simbol perlawanan keras terhadap normalisasi di tengah agresi brutal yang terus berlangsung .

 

Insiden dramatis tersebut terjadi tepat setelah kedua delegasi menyampaikan pidato di depan ratusan perwakilan sepak bola dunia . Infantino, yang berupaya menciptakan “momen perdamaian” melalui foto bersama, memanggil keduanya ke atas panggung . 

 

Namun, Rajoub menolak mendekat dan berdiri dengan jarak yang cukup jauh . Meski Infantino mencoba merayu dengan menjabat tangannya, Rajoub tetap teguh pada sikapnya . Sembari melayangkan protes keras yang terdengar jelas meski jauh dari mikrofon, Rajoub akhirnya memilih meninggalkan panggung, menyisakan keheningan di ruang kongres .

 

Aksi ini merupakan puncak dari ketegangan panjang terkait seruan PFA agar FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Israel atas tindakan militer di Gaza yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa sejak Oktober 2023 . 

 

Dalam pandangan idealis Palestina, ajakan berjabat tangan tersebut dianggap sebagai upaya hipokrit untuk menutupi realitas okupasi melalui retorika olahraga . Bagi Rajoub, pemimpin yang pernah menghabiskan 17 tahun di penjara Israel, sepak bola tidak bisa dipisahkan dari perjuangan martabat dan kemerdekaan bangsa .

 

Penolakan Rajoub mengirimkan pesan tegas kepada dunia bahwa tidak ada “perdamaian” yang bisa diterima selama penindasan masih terus terjadi . Gestur ini pun menuai dukungan luas dari pendukung perjuangan Palestina di berbagai penjuru dunia, yang menilai bahwa langkah tersebut adalah bentuk nyata dari menolak normalisasi dengan penindas . 

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan komentar resmi lebih lanjut mengenai kegagalan upaya perdamaian yang dipaksakan di atas panggung tersebut . (Hari’S).

Views: 11