Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Akan Swasembada Pangan dan Energi dalam 5 Tahun.

Jakarta, Utomo news, Rabu, 26/11/2025). |

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan keyakinannya bahwa dalam waktu lima tahun ke depan, Indonesia akan mencapai swasembada pangan dan energi.

Pernyataan ini disampaikan pada Oktober 2024 dan kembali ditegaskan dalam berbagai kesempatan hingga pertengahan 2025 sebagai bagian dari visi strategis pemerintah untuk kemandirian nasional.

Dalam pidato resminya, Presiden Prabowo menyatakan, “Saya sudah mempelajari bersama pakar-pakar yang membantu saya, saya yakin paling lambat 4-5 tahun kita akan swasembada pangan.

Bahkan kita siap menjadi lumbung pangan dunia.” Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kaya sumber daya alam, namun bangsa ini harus mampu mengelola kekayaan alam tersebut secara mandiri agar tidak menjadi bangsa miskin.

Presiden menjelaskan bahwa swasembada pangan dan energi adalah kunci menghadapi ketidakpastian krisis global yang membuat negara-negara cenderung mengutamakan kebutuhan domestik.

Indonesia dipastikan harus mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi agar tidak bergantung pada impor. Beberapa kekayaan alam yang dioptimalkan antara lain kelapa sawit sebagai sumber biofuel, tanaman seperti singkong, tebu, jagung, serta energi geotermal, batu bara, dan energi air.

Pada Juni 2025, Presiden juga menyampaikan di Karawang bahwa proyek pembangunan industri baterai kendaraan listrik dan pengembangan energi terbarukan merupakan fondasi penting untuk mencapai swasembada energi.

Ia yakin dalam “lima tahun paling lambat enam, tujuh tahun kita bisa swasembada energi,” dengan penekanan pada teknologi energi surya sebagai sumber utama masa depan.

Presiden Prabowo menandaskan bahwa pengelolaan kekayaan alam secara cerdas dan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui distribusi subsidi dan penggunaan teknologi digital secara tepat sasaran. ( Hari’S).

Reporter : Hasan Basri Siregar.

Views: 6