Berita  

Bupati Asri Ludin Perkuat 132 Pejabat Administrator Delser: “Kalian Jembatan Pimpinan dengan Lapangan, Harus Kompeten”

 

 

Berastagi, Utomo News – |

 

Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan menegaskan pejabat administrator adalah “tulang punggung” birokrasi. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Penguatan Kompetensi Manajerial dan Tata Kelola Pemerintah untuk 132 pejabat administrator, Jumat 12/6/2026 di Berastagi Cottage.

 

Kegiatan 2 hari ini digagas Pemkab Delser bersama Kantor Regional VI BKN Medan, Inspektorat, dan Bappedalitbang. Tujuannya: memastikan program pemerintah tidak berhenti di meja pimpinan, tapi jalan sampai ke pelaksana lapangan.

 

Bupati: Pejabat Administrator = Jembatan Strategis. 

Di hadapan 132 peserta, Bupati Asri Ludin menekankan peran ganda administrator. Mereka bukan sekadar “penandatangan berkas”.

 

“Bapak dan ibu punya peran strategis sebagai pejabat administrator yang harus mampu mengoordinasikan apa yang terjadi di lapangan sekaligus memastikan arahan pimpinan dapat dijalankan dengan baik oleh jajaran di bawah,” tegas Bupati.

 

Maknanya: Kalau kepala OPD bikin kebijakan, maka administrator yang “menerjemahkan” ke bahasa kerja harian staf. Kalau program macet di lapangan, administrator yang pertama harus tahu penyebabnya dan cari solusi.

 

Karena itu, Bupati menilai penguatan kinerja kepala perangkat daerah harus diimbangi dengan upgrade kapasitas administrator. Target RPJMD dan program prioritas Delser hanya bisa tercapai kalau “jembatan” ini kuat.

 

Seruan Bupati: Terus Belajar, Manfaatkan Coaching Clinic BKPSDM.  

Lewat penguatan kompetensi ini, Bupati Asri Ludin mendorong 132 peserta untuk tidak berhenti setelah acara selesai.

 

Ia minta para administrator terus meningkatkan pemahaman tugas pokok dan fungsi Tupoksi masing-masing melalui 3 cara: pembelajaran mandiri, diskusi antar perangkat daerah, dan coaching clinic bersama BKPSDM. 

 

“Penguatan kompetensi aparatur menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya birokrasi yang profesional dan berorientasi pada hasil,” ujar Bupati.

 

Pesan Bupati ini selaras dengan visi “Delser Maju, Sejahtera, Religius”. Birokrasi profesional = pelayanan cepat. Birokrasi berorientasi hasil = APBD dirasakan rakyat, bukan habis di administrasi.

 

Apresiasi BKN: “Kalian Talenta Delser”. 

Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, Janry Simanungkalit, mengapresiasi langkah Bupati. Ia menyebut 132 administrator ini sebagai “talenta Deli Serdang” yang wajib dijaga.

 

“Bapak dan Ibu adalah talenta-talenta Deli Serdang. Talenta ini harus terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan organisasi dan tidak tereliminasi oleh perubahan yang terus terjadi,” katanya.

 

Artinya, Bupati Asri Ludin tidak mau pejabatnya “kalah” dengan perubahan zaman digital, regulasi baru, dan tuntutan publik. Kompetensi harus naik, kalau tidak akan tergilas.

 

Materi: Dari Manajerial Sampai Tata Kelola. 

Selama 2 hari, peserta digembleng narasumber dari 3 institusi: 

1. Kanreg VI BKN Medan: Kompetensi ASN sesuai UU ASN & manajemen talenta.

2. Inspektorat Delser: Tata kelola pemerintahan bersih, anti penyalahgunaan wewenang. 

3. Bappedalitbang Delser: Cara menyusun program yang terukur dan berorientasi hasil.

 

Penutup,  

Langkah Bupati Asri Ludin memperkuat 132 administrator ini adalah investasi jangka panjang. Kalau “mesin birokrasi” di level tengah ini kompeten, maka perintah Bupati untuk pupuk Karang Anyar, data Sensus Ekonomi 2026, atau pelayanan DPMPTSP bisa dieksekusi cepat dan tepat.

 

Karena birokrasi hebat tidak lahir dari pidato. Tapi dari administrator yang paham tugas, berani ambil keputusan, dan berorientasi hasil.

 

Selamat bertugas untuk 132 “jembatan Delser”. Masyarakat menunggu hasil kerjanya. (Hari’S). 

 

Reporter: Tim Utomo News

Sumber, Kominfo Delser. 

 

Views: 21