Deli Serdang,Utomo news, 2 Mei 2026 – |
Di tengah semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-69, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menegaskan komitmen kuatnya membangun generasi unggul, berkarakter, dan siap masa depan melalui pendidikan berkualitas. Pidato inspiratifnya pada acara puncak di Lubuk Pakam, Sabtu (2/5), tidak hanya membagikan penghargaan kepada guru dan kepala sekolah berprestasi, tapi juga menekankan pendidikan sebagai proses “memanusiakan manusia” dengan penuh kasih dan tanggung jawab bersama.
Diketahui Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) diperingati setiap tanggal 2 Mei, dengan penetapan pertama sebagai hari nasional melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 305 Tahun 1959 pada 28 November 1959. Tanggal dan tahun resmi
Tanggal 2 Mei dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Tokoh Pendidikan Ki Hajar Dewantara, lahir pada 2 Mei 1889.
Acara yang dihadiri ratusan guru, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat ini menjadi momen bersejarah. Bupati Asri secara pribadi menyerahkan penghargaan kepada 50 guru teladan dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Deli Serdang, mulai dari SD hingga SMP. Penghargaan ini mencakup kategori inovasi pengajaran, dedikasi luar biasa, dan kontribusi terhadap inklusi pendidikan anak berkebutuhan khusus.
“Berbagai penghargaan hari ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para guru dan kepala sekolah untuk terus berbenah,” ujar Bupati Asri, disambut aplaus meriah.
Yang paling mencuri perhatian adalah pernyataan tegas Bupati Asri soal pemberantasan pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan. “Saya tidak ingin lagi mendengar adanya praktik pungutan dalam bentuk apapun. Saya tidak akan mentoleransi hal tersebut,” tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan capaian positif Deli Serdang di bawah kepemimpinannya: indeks mutu pendidikan daerah naik 15% dalam dua tahun terakhir menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) setempat, dengan angka putus sekolah turun hingga 20% berkat program beasiswa dan bantuan operasional sekolah (BOS) yang transparan.
Kepedulian Bupati Asri ini bukan sekadar retorika. Sejak awal masa jabatannya, ia telah meluncurkan program “Deli Serdang Cerdas” yang mencakup pelatihan guru digital, renovasi 200+ ruang kelas rusak, dan kolaborasi dengan orang tua melalui forum musyawarah wali murid (musyarawali). “Mari kita bergandengan tangan antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk pendidikan yang bersih, berintegritas, dan berkualitas,” ajaknya, menargetkan Deli Serdang masuk 10 besar kabupaten dengan IPM pendidikan tertinggi di Sumatera Utara pada 2027.
Para guru yang hadir menyambut baik inisiatif ini. “Ini membuktikan Bupati peduli nyata. Kami termotivasi untuk beri yang terbaik tanpa beban pungli,” kata Ibu Siti, guru SD Negeri 1 Percut Sei Tuan, salah satu penerima penghargaan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Deli Serdang, H. Rahman, memuji visi Bupati yang holistik: “Pendidikan bukan angka, tapi karakter. Komitmen anti-pungli ini langkah maju untuk generasi emas.”
Dengan momentum Hardiknas ini, Bupati Asri menutup pidatonya optimis: “Semoga langkah kita bersama melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan membawa Deli Serdang semakin maju.” Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain di Sumut, di mana isu pungli pendidikan masih menjadi momok nasional menurut laporan Ombudsman RI. (Hari’S).
Views: 15












