Berita  

Takut Murka Allah,  Iran Buktikan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.  Oleh; Hasan Basri Siregar.

Medan, Utomo News, Rabu,4 Maret 2026-|

 

Islam sejati bukanlah ritual hampa atau kemewahan duniawi, melainkan ketakwaan mendalam yang lahir dari rasa takut pada murka Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

 

Takwa ini tampak nyata dalam konsistensi menegakkan amar ma’ruf nahi munkar—perintah kebaikan dan larangan kemungkaran—seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Muslim: “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya; jika tidak mampu, dengan lisannya; jika tidak mampu, dengan hatinya—dan itu selemah-lemahnya iman.”

 

Lihatlah rakyat Iran, teladan hidup bagi umat Islam kontemporer. Sejak Revolusi Islam 1979 di bawah Imam Khomeini, mereka tak gentar menghadapi sanksi global demi menolak hegemoni Barat. Konsistensi mereka dalam amar ma’ruf nahi munkar terbukti: hukum syariah ditegakkan tegas, korupsi ditekan habis-habisan (dengan indeks persepsi korupsi Iran di peringkat 151 dunia pada 2025, lebih baik dari banyak tetangganya), dan perlawanan terhadap Zionisme-Israel tak pernah pudar—bahkan di 2026, Iran tetap jadi benteng pertahanan Palestina dengan dukungan Hizbullah dan Hamas.

 

Rakyatnya rela berpuasa, shalat berjamaah di tengah tekanan ekonomi, dan memimpin jihad melawan Amerika di Timur Tengah. Ini bukan Islam formalitas, tapi Islam yang berani, yang takut murka Allah lebih dari ancaman rudal NATO.

 

Sebaliknya, Sungguh memalukan! Negara-negara Arab kaya minyak di Teluk Persia, yang mengaku pembela umat Islam, justru rebahan manja di pangkuan Amerika dan Zionis Israel. Mereka rela jadi budak kafir, membuka lebar pintu negeri untuk pangkalan militer AS yang menindas saudara-saudara Muslim di Palestina.

 

Sementara itu, Iran—sendirian dikeroyok AS-Israel—berani gempur balik pangkalan-pangkalan Yankee di Teluk, tanpa sepeser bantuan dari tetangga Arab sontoloyo yang sibuk jilat upahan Washington!

 

Lihat bukti telanjangnya. Arab Saudi, yang mengklaim pemimpin Sunni, punya lebih dari 10 pangkalan AS aktif, termasuk Prince Sultan Air Base di Al Kharj yang ditingkatkan pada 2019 untuk perang melawan Yaman (sumber: US Air Force Central Command, 2023).

 

Qatar jadi tuan rumah Al Udeid Air Base, pangkalan terbesar AS di Timur Tengah dengan 10.000 tentara, drone Reaper, dan jet F-35—pusat komando CENTCOM yang bombardir Irak, Suriah, dan Yaman (data Pentagon, 2024). UAE? Punya Al Dhafra Air Base di Abu Dhabi, rumah bagi skuadron bomber B-52 AS yang siap hantam Iran kapan saja (konfirmasi DoD, 2025).

 

Bahkan Bahrain, markas V Fleet AS di Juffair, lindungi kapal induk USS Abraham Lincoln yang blokade Teluk Persia.Ini bukan sekadar kerjasama—ini pengkhianatan! Mereka tukar kemerdekaan dengan dolar minyak dan senjata canggih, rela jadi pion Zionis Israel yang genosida Gaza.

 

Ini kemungkaran nyata: tanah Arab, kiblat umat, jadi pijakan militer penjajah yang pernah menginjak-injak Masjidil Aqsa. Di mana rasa takut murka Allah?

 

QS. Al-Maidah ayat 44 berbunyi: “Barangsiapa tidak menghukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” Fasilitasi ini bukan hanya malu bagi umat, tapi pengkhianatan terhadap sejarah—mengingat bagaimana Nabi SAW berpegang teguh atas Amar Makruf nahi Munkar demi kemurnian Islam.

 

Ironisnya, Malaysia pun ikut arus: pangkalan perwira AS di Johor dan latihan bersama di Laut China Selatan (data Kementerian Pertahanan Malaysia 2025) menjadikan mereka pion Barat di Asia Tenggara.

Sementara Iran berdiri tegak sendirian, para “raja-raja minyak” ini sibuk pesta di Davos dan normalisasi dengan Zionis.

 

Islam sejati yang konsisten pada Amar Makruf nahi Munkar di abad ini, dan tidak abu abu adalah Iran: rakyatnya takut murka Allah, bukan murka Biden atau Netanyahu. Bangunlah, umat Islam! Pilihlah jalan Taqwa, bukan jalan penghamba dolar. (*).

Views: 13