Teheran, Utomo News, 3 Maret 2026 – |
Dunia dikejutkan oleh serangan balasan dahsyat dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap Israel. Pada Senin malam (2/3/2026), rudal balistik canggih jenis Kheibar yang membawa bom thermobaric baru pertama kali digunakan, menghantam tepat Pelabuhan Haifa—pusat kargo terbesar Israel yang mengelola 56 persen arus barang nasional.
Serangan ini memicu kekacauan global, dengan pasar energi melonjak dan ketegangan Timur Tengah memuncak.
Menurut pernyataan resmi IRGC, rudal Kheibar ini merupakan senjata terbaru Iran yang dikembangkan secara mandiri dan pertama diumumkan pada 2023. Dengan muatan bom thermobaric seberat 1.800 kg, rudal ini melesat hipersonik mencapai Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 saat memasuki lapisan udara Bumi.
Kecepatan kilat ini membuatnya nyaris tak terdeteksi radar pertahanan Israel, menurut analis militer independen. “Ini adalah lompatan teknologi yang mengubah dinamika konflik,” ujar pakar pertahanan dari Institute for Strategic Studies di London.
Bom thermobaric yang dipasang pada Kheibar bekerja dengan mekanisme mematikan: pertama, menyebarkan awan aerosol bahan bakar yang mudah terbakar di udara, lalu memicu ledakan primer. Hasilnya? Gelombang kejut berkepanjangan, suhu ekstrem hingga 3.000 derajat Celsius, dan efek vakum yang menyedot oksigen di radius 100 meter hanya dalam hitungan detik.
Dampaknya mirip “bom vakum” yang mampu merobohkan struktur beton bertulang dan menewaskan target di tempat tersembunyi, jauh lebih dahsyat daripada konvensional.
Pelabuhan Haifa langsung lumpuh pasca-serangan. Laporan awal dari sumber Israel menyebut kerusakan parah pada fasilitas penyimpanan kargo dan kapal kontainer, dengan api berkobar berjam-jam.
Haifa menangani sekitar 30 juta ton kargo per tahun, termasuk impor bahan bakar dan barang konsumsi vital, sehingga gangguan ini berpotensi memicu krisis logistik nasional.
Belum ada korban jiwa resmi yang diumumkan, tapi evakuasi massal dilakukan di wilayah utara Israel. Serangan ini merupakan respons IRGC atas insiden sebelumnya yang menewaskan komandan senior mereka.
“Kheibar adalah pesan tegas: Iran siap hadapi ancaman dengan kekuatan superior,” tegas juru bicara IRGC dalam siaran resmi.
Komunitas internasional bereaksi cepat—AS dan sekutu Eropa mengecam keras, sementara Rusia dan China memanggil pertemuan darurat PBB. Harga minyak Brent langsung naik 5 persen ke US$85 per barel pagi ini, mencerminkan kekhawatiran eskalasi.Para analis memperingatkan, debut Kheibar bisa memicu lomba senjata hipersonik di kawasan.
Iran klaim rudal ini tak bisa dicegat sistem Iron Dome atau Arrow Israel, meski Tel Aviv belum berkomentar resmi. Sementara itu, warga Haifa berbagi video ledakan dahsyat di media sosial, memperkuat narasi “kecepatan kilat” yang mengguncang dunia. ( HBS ).
Views: 121













