Bagan Batu, Utomo News, Rabu, 28 Januari 2026 – |
Pagi yang kelabu menyelimuti Bagan Batu, Riau, pada Rabu (28/1/2026) ini, ketika kabar pilu menyayat hati keluarga Sanusi Siregar. Almarhumah Anim, istri tercinta Sanusi Siregar, telah dipanggil Yang Maha Kuasa. Wafatnya beliau di usia yang masih penuh semangat, meninggalkan luka menganga bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang mengenal sosok mulia ini.
Seperti daun yang gugur di musim kemarau, kepergiannya mengingatkan kita betapa rapuhnya kehidupan dunia, sejenak saja kita ditempatkan di sini untuk berbuat kebajikan.
Almarhumah Anim bukan sekadar istri bagi Sanusi Siregar, ia juga kakak ipar dari Hasan Basri Siregar ketua JWI Deli Serdang, meninggal akibat penyakit komplikasi tutup usia sekitar 68 tahun. Beliau adalah pilar keluarga, penyejuk hati di tengah badai kehidupan, dan teladan bagi anak anaknya.
Di Bagan Batu yang sederhana namun penuh kekeluargaan, Ani dikenang sebagai wanita lemah lembut yang tangguh, selalu menyokong suami dalam setiap langkah mencari nafkah dan pengabdian.
Bayangkan, bagaimana ia bangun subuh demi menyiapkan sahur, atau diam-diam berdoa agar Sanusi selamat dalam perjalanannya yang panjang. Kepergiannya hari ini, tepat di tanah perantauan, seolah pesan Ilahi: “Setiap jiwa pasti merasakan mati” (QS. Ali Imran: 185), mengajak kita merenung atas nikmat sehat dan keluarga yang sering terlupakan.
Kabar duka ini menyebar cepat melalui jaringan sosial dan memicu banjir doa dan ungkapan belasungkawa. Sanusi Siregar, yang kini berduka sekaligus pasrah, pasti tengah merasakan kehampaan yang tak terucapkan—seorang istrinya yang setia telah mendahului untuk selamanya.
Bagi anak-anak dan cucu mereka, Anim adalah nenek penyayang yang cerita dongengnya penuh hikmah Qurani, mengajarkan bahwa ridha Allah lebih utama daripada harta dunia. Kehilangan ini bukan akhir, melainkan panggilan bagi kita semua untuk memperbanyak istighfar, shalawat, dan amal jariyah bagi arwahnya.
Semoga Allah SWT melapangkan kubur Almarhumah Anim, menjadikan baginya syafaat, dan menyatukan kembali dengan Sanusi Siregar di surga-Nya yang tertinggi. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Mari kita doakan: Ya Rabb, ampuni dosanya, terimalah amalnya, dan jadikanlah kepergiannya pengingat bagi kami untuk hidup lebih bermakna. ***
Reporter : Hasan Basri Siregar.
Views: 15










