Deliserdang, Utomo News – |
Di tengah hiruk-pikuk Poli Orthopedi RSUD Amri Tambunan, momen mengharukan tercipta saat dr. Wira Satria, spesialis bedah tulang yang disegani, memberikan hadiah khusus kepada pasien setianya, Sumartik. Kejadian ini berlangsung pagi tadi, pukul 10.55 WIB, di ruang poli orthopedi RSUD Amri Tambunan, Sabtu (10/1/2026) dan langsung menjadi sorotan karena kisah pantang menyerah Sumartik yang berhasil mengalahkan rasa sakit pasca-operasi penggantian tulang pinggul ganda (total hip arthroplasty bilateral).
Sumartik, warga sederhana asal desa Jaharun B yang kesehariannya bergantung pada tenaga fisik, awalnya datang ke RSUD Amri Tambunan dengan kondisi tulang pinggul retak akibat cedera terpelanting dilantai. “Saya pikir, ini akhir dari hidup saya. Berjalan saja susah, apalagi bekerja,” cerita Sumartik dengan suara bergetar saat menerima hadiah berupa botol tempat minuman kesehatan dari dr. Wira.
Operasi besar-besaran yang dilakukan dr. Wira dua bulan lalu – penggantian tulang sendi pinggul sekaligus – biasanya memakan waktu pemulihan hingga enam bulan. Namun, berkat semangat juang luar biasa Sumartik, ia bangkit hanya dalam waktu rekord 45 hari!Dokter Wira, yang telah menangani ratusan kasus orthopedi di rumah sakit milik Pemkab Deli Serdang ini, tak henti-hentinya memuji pasiennya.
“Sumartik bukan sekadar pasien, tapi inspirasi bagi kami semua. Dia taat fisioterapi, makan bergizi, dan selalu positif meski nyeri luar biasa. Ini bukti bahwa mental kuat bisa percepat penyembuhan hingga 30-50% lebih cepat, sesuai studi medis terkini dari Journal of Orthopaedic Research,” ujar dr. Wira sambil tersenyum bangga.
Hadiah khusus ini, menurutnya, adalah bentuk apresiasi RSUD Amri Tambunan untuk mendorong pasien lain agar tak menyerah.
Kisah ini bukan hanya cerita individu, tapi pelajaran berharga bagi masyarakat Deli Serdang yang sering menghadapi cedera tulang akibat pekerjaan kasar atau kecelakaan lalu lintas. RSUD Amri Tambunan, sebagai pusat rujukan orthopedi di wilayah ini, mencatat peningkatan 20% kasus penggantian sendi sejak pandemi, di mana faktor psikologis pasien terbukti krusial.
“Kami ingin budayakan ‘pasien pemberani’ seperti Sumartik, agar angka pemulihan optimal naik,” tambah Kepala Poli Orthopedi RSUD Drs Amri Tambunan.
Sumartik kini sudah mulai bisa berjalan normal tanpa memakai tongkat lagi, dan insya Allah kedepannya sudah bisa kembali bekerja normal, Harap, Sumartik .
“Terima kasih dr. Wira dan tim. Ini hadiah terbaik untuk keluarga saya,” katanya. Kisah ini mengingatkan kita: di balik jas medis putih, ada semangat manusiawi yang menyembuhkan lebih dari obat-obatan. ( Hasan Basri Siregar KA biro Utomo News Deli Serdang).
Views: 10












