Lepaskan Beban Stres dan Sedih: Pesan Fenomenal Ali bin Abi Thalib Sebagai Pedoman Hidup Dalam Al-Qur’an dan Hadits

 

Deli Serdang, (Utomo news, Jum’at 5 Desember 2025). |

Di tengah berbagai tekanan hidup yang kerap menghadirkan stres dan kesedihan, sebuah pesan religi dari Ali bin Abi Thalib yang legendaris kembali menggema dan relevan untuk dijadikan pedoman perjalanan hidup.

Ali bin Abi Thalib menyampaikan nasihat yang sederhana namun dalam maknanya: “Lepaskan segala sesuatu yang membuatmu stres dan sedih, apapun yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya sendiri menemukanmu.

Berharap kepada manusia adalah hal yang paling pahit. Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terwujud, maka senangilah apa yang terjadi.

“Pesan ini tak sekadar anjuran untuk berserah diri, melainkan sebuah panduan spiritual yang selaras dengan prinsip keimanan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa segala sesuatu telah diatur dengan hikmah dan ketetapan Ilahi (QS. At-Tawbah: 51), mengajarkan umat agar melepaskan kecemasan berlebih karena takdir dan ketetapan Allah pasti membawa kebaikan, meskipun manusia tidak selalu mampu memahaminya.

Ali bin Abi Thalib mengingatkan agar manusia tidak terlalu berharap pada sesama manusia, karena harapan dari makhluk yang terbatas dan bisa berubah-ubah berpotensi menimbulkan kekecewaan dan kepahitan.

Sebaliknya, berharaplah hanya kepada Allah SWT, Sang Maha Pengatur dan Pemberi ketentraman.

Hal ini diperkuat oleh banyak hadits Nabi yang menekankan tawakal — sikap percaya penuh kepada Tuhan setelah usaha maksimal dilakukan.

Lebih lanjut, pesan Ali bin Abi Thalib menekankan sikap ikhlas dan menerima realitas hidup: ketidakmampuan menggapai keinginan bukanlah akhir dari segalanya.

Sunnah Rasulullah SAW mendorong umat untuk mencintai takdir dan bersyukur terhadap apa yang terjadi (rida bi al-qadar), sebagaimana beliau sendiri selalu menunjukkan ketabahan dan keridhaan dalam menghadapi ujian hidup.

Relevansi pesan ini semakin terasa di era modern, di mana tekanan psikologis dan harapan tinggi sering menjadi sumber stress dan konflik batin.

Pendekatan spiritual Ali bin Abi Thalib mengajak masyarakat untuk mengedepankan ketenangan jiwa melalui penyerahan total kepada ketentuan Ilahi, mengurangi beban mental akibat terlalu bergantung pada kondisi yang di luar kendali manusia.

Dengan membuka hati kepada hikmah takdir dan mempraktikkan bimbingan dari Al-Qur’an dan hadits, hidup akan lebih ringan dijalani, dan manusia dapat lebih fokus pada amal kebaikan tanpa terbelenggu oleh kesedihan dan harapan yang rapuh.

Pesan ini juga menjadi pengingat penting bagi siapa pun untuk menyeimbangkan usaha, pengharapan, dan keimanan agar menjalani kehidupan dunia dengan ketenangan, optimisme, dan penuh berkah.***
( Hasan Basri Siregar Ketua JWI Deli Serdang).

Views: 22