Mafia Oli Palsu Berani Beraksi di Era Presiden Prabowo, Ribuan Botol Diamankan Kodim Cianjur.

 

Cianjur, Utomo news, Minggu, 2/11/2025 |

Ribuan botol oli palsu dari berbagai merek ternama berhasil disita Kodim 0608/Cianjur pada Jumat (31/10/2025) lalu dari sebuah rumah di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Fakta ini menjadi tamparan keras di tengah janji pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas mafia dan praktik ilegal yang merugikan masyarakat.

Aksi mafia oli palsu ini membuktikan bahwa kelompok kriminal masih merajalela, bahkan di era kepemimpinan yang menegaskan penegakan hukum dan pemberantasan mafia segala lini usaha. Oli palsu tidak hanya merugikan para konsumen, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna, mengancam mesin kendaraan, dan memperbesar risiko kecelakaan di jalan raya.

Keberanian pelaku menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan dan potensi kolusi dalam rantai distribusi yang harus segera diusut tuntas.Penangkapan ini beriringan dengan banyaknya laporan masyarakat yang mengeluhkan kualitas oli bermerek palsu yang tersebar luas di pasar.

Meskipun sudah ada sejumlah operasi dari aparat hukum, mafia masih mampu mengelabui sistem dengan produksi dan distribusi yang terorganisir rapi.

Hal ini mengindikasikan kesenjangan antara kebijakan Presiden Prabowo dan realitas di lapangan. Presiden sendiri beberapa kali menegaskan komitmennya untuk menumpas mafia, termasuk mafia pangan, mafia obat, dan mafia barang ilegal.

Namun, fakta di Cianjur memperlihatkan bahwa mafia oli palsu masih berani menggelar operasinya secara terbuka, menantang pemerintah dan aparat keamanan.

Ini menggugah pertanyaan mendalam tentang efektivitas koordinasi antarinstansi dan perlunya pembenahan sistem pengawasan distribusi produk-produk kritikal seperti pelumas kendaraan.

Kodim 0608/Cianjur telah menggandeng pihak kepolisian dan dinas perdagangan untuk menindaklanjuti kasus ini. Penyelidikan mendalam diperlukan guna mengidentifikasi jaringan mafia dan mengusut tuntas siapa dalang di balik industri gelap ini agar tidak cuma menjadi ‘ikan kecil’ yang dikorbankan.

Hasil penyitaan ribuan botol oli palsu ini harus menjadi momentum serius bagi pemerintah untuk memperkuat regulasi, mengintensifkan pengawasan, dan meningkatkan edukasi konsumen.

Dalam konteks nasional, kasus ini menambah daftar panjang mafia yang masih berani beraksi meski di era Presiden Prabowo yang dikenal tegas dan keras terhadap praktik korupsi dan mafia.

Pemerintah didesak untuk segera mengambil langkah konkret agar tindakan preventif dan represif berjalan beriringan.Masyarakat pun diimbau lebih waspada dan memilih produk resmi untuk keamanan dan keselamatan bersama.

Jika mafia oli palsu dibiarkan beroperasi, bukan hanya ekonomi kecil yang menanggung kerugian, tapi juga keselamatan publik taruhannya.(Hari’S).

Views: 24