Bandartinggi, Utomo news, Minggu (2/11)2025)
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Labuhanbatu yang berasal dari Program Studi Agroteknologi melaksanakan kegiatan pembinaan teknis budidaya tanaman kangkung dalam pot kepada siswa Sekolah Dasar di Desa Bandartinggi.
Kegiatan ini dipimpin oleh Sah Rizal Siregar, mahasiswa Universitas Labuhanbatu yang tengah menjalankan program KKN di desa tersebut. Program pembinaan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai edukatif dan ekologis kepada anak-anak sejak dini melalui kegiatan pertanian yang sederhana dan menyenangkan.
Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa terlebih dahulu memberikan materi pengenalan tentang tanaman kangkung, mulai dari jenis-jenis kangkung, manfaat gizi yang terkandung di dalamnya, hingga potensi ekonominya sebagai sayuran konsumsi sehari-hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi praktik menanam langsung di halaman sekolah.
Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahap kegiatan, mulai dari menyiapkan media tanam, menabur benih, hingga menyiram tanaman dengan cara yang benar. Media tanam yang digunakan berasal dari campuran tanah, kompos, dan sekam padi, sedangkan pot yang digunakan memanfaatkan bahan daur ulang seperti botol plastik bekas dan ember kecil, sehingga juga mengajarkan anak-anak pentingnya mengelola sampah dan memanfaatkan barang bekas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan konsep pertanian ramah lingkungan yang bisa diterapkan oleh siapa pun, termasuk anak-anak. Dengan cara sederhana seperti ini, mereka bisa belajar bahwa menanam sayuran bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan dan lingkungan,” ujar Sah Rizal Siregar, koordinator kegiatan.
Kepala Sekolah SD Desa Bandartinggi menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Universitas Labuhanbatu tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat memperkaya wawasan siswa serta menumbuhkan karakter peduli terhadap alam.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN. Anak-anak terlihat gembira dan banyak belajar hal baru. Ini menjadi pengalaman yang berharga karena mereka bisa langsung mempraktikkan apa yang dipelajari,” tutur Kepala Sekolah.
Hal senada juga disampaikan oleh
Kepala Desa Bandartinggi, yang menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengembangkan minat generasi muda terhadap pertanian.
“Kegiatan ini sejalan dengan semangat desa kami untuk memanfaatkan lahan pekarangan menjadi area produktif. Semoga ilmu yang diberikan bisa diterapkan di rumah masing-masing dan menjadi inspirasi bagi warga lain,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan pot tanaman kangkung hasil tanam bersama kepada pihak sekolah sebagai simbol kenang-kenangan dan bukti nyata dari kegiatan pembinaan tersebut. Mahasiswa berharap pot-pot tersebut dapat terus dirawat dan dijadikan contoh untuk kegiatan pembelajaran lingkungan di sekolah.
Melalui kegiatan pembinaan teknis budidaya kangkung dalam pot ini, mahasiswa Universitas Labuhanbatu berharap dapat memberikan dampak positif bagi siswa SD 02 Desa Bandartinggi, khususnya dalam hal peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan sejak usia dini.
“Kegiatan KKN ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga belajar bersama siswa. Kami belajar bagaimana menyampaikan ilmu pertanian dengan cara yang menyenangkan, sederhana, dan bisa diterima oleh semua kalangan,” tambah Sah Rizal Siregar di akhir kegiatan.
Dengan terselenggaranya program ini, mahasiswa KKN Universitas Labuhanbatu berhasil mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat pedesaan melalui kegiatan yang bermanfaat dan inspiratif. ( Hari’S)
Views: 7













