Lubuk Pakam, Utomo News,Kamis, 4 Juni 2026 |
Penangkapan petinggi Badan Gizi Nasional BGN di pusat menyeret buntut panjang. Jajaran Wartawan Indonesia JWI Deli Serdang mendesak evaluasi menyeluruh terhadap seluruh MBG di provinsi. Ketua JWI Deli Serdang Hasan Basri Siregar menegaskan program Makan Bergizi Gratis MBG sebenarnya bagus, tapi rusak karena pelaksanaan di lapangan korup.
Pernyataan itu disampaikan Hasan Basri Siregar, Kamis 4/6/2026 di Lubukpakam, menyikapi OTT KPK dan penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung terhadap mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, bersama dua mantan Wakil Kepala BGN Letjen TNI Purn Lodewyk Pusung dan Irjen Pol Purn Sony Sonjaya.
*”Miris dan Sangat Memuakkan!”*
Publik meluapkan kemarahan. Program yang lahir untuk menolong gizi anak sekolah justru dinodai.
“Miris dan sangat memuakkan! Program Makan Bergizi Gratis MBG yang seharusnya menjadi penolong gizi anak-anak sekolah, justru dijadikan ajang bancakan dan pesta pora oleh para pucuk pimpinannya,” ujar Hasan mengutip keresahan masyarakat.
Kejagung resmi menetapkan 3 pucuk pimpinan BGN sebagai tersangka korupsi program MBG. Dugaan: mark-up harga, intervensi supplier, hingga pengurangan takaran gizi anak.
*Evaluasi Total MBG Seluruh Provinsi, Jangan Tebang Pilih*
“Pasca penangkapan petinggi BGN di pusat, seluruh BGN di seluruh provinsi segera dievaluasi. Tegasnya, jangan tunggu ada korban lagi,” desak Hasan.
Menurutnya, kasus pusat itu cermin pengawasan BGN daerah lemah. JWI minta Inspektorat, Kejari, dan BPKP di 38 provinsi turun audit mendadak ke dapur MBG, gudang, sampai distribusi.
“Kalau pusatnya bobrok, jangan-jangan daerahnya lebih parah. Evaluasi harus sampai ke SPPG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi paling bawah,” tegas Ketua JWI.
*Poin Kritis Hasan: Program Bagus, Pelaksana Korup*
Hasan memisahkan 2 hal: konsep vs eksekusi.
1. *MBG Program Bagus*: “Secara konsep, Makan Bergizi Gratis itu program strategis. Tujuannya mulia: cegah stunting, tingkatkan gizi anak, gerakkan UMKM pangan. Ini program yang sebenarnya cukup bagus dan dibutuhkan rakyat,” ujar Hasan.
2. *Pelaksanaannya Korup*: “Yang merusak justru oknum pelaksana. Mulai mark-up harga telur, ayam, susu, sampai kurangi takaran gizi. Ada juga titip supplier, main tunjuk langsung. Korupsinya sistemik. Akibatnya: anak-anak dapat gizi kurang, negara rugi triliunan,” bebernya.
*Solusi JWI: 4 Langkah Selamatkan MBG dari Mafia Gizi*
Agar MBG tidak mati karena ulah oknum, Hasan Basri Siregar kasih 4 solusi konkret:
1. *Audit Forensik + Copot Oknum*: “BGN pusat dan daerah yang terlibat, copot. Ganti orang bersih. KPK + Kejagung harus kejar aset hasil korupsi. Malu kalau uang gizi anak dipakai beli mobil mewah.”
2. *Transparansi Menu & Harga Real Time*: “Setiap SPPG wajib upload menu, harga bahan, foto hidangan, jumlah penerima di website/aplikasi yang bisa diakses publik. Warga, guru, orang tua siswa jadi pengawas. Tidak ada lagi gelap-gelapan.”
3. *Libatkan Wartawan + LSM sebagai Watchdog*: “Beri akses JWI, LSM, ormas untuk sidak dapur MBG tanpa pemberitahuan. Media bukan musuh, tapi mitra jaga program ini tetap bersih. Kalau wartawan dilarang masuk, patut curiga.”
4. *Libatkan Koperasi + Petani Lokal*: “Putus rantai mafia supplier. Beli bahan langsung dari koperasi tani, BUMDes, UMKM lokal. Harga wajar, petani untung, anak dapat gizi asli. Jangan impor, jangan titip-titipan.”
*Pesan Penutup ke Presiden & Kepala BGN Baru*
Hasan menutup dengan pesan keras: “Pak Presiden, Kepala BGN baru, jangan selamatkan nama baik pejabat. Selamatkan gizi anak-anak Indonesia. MBG boleh jalan terus, tapi bersihkan dulu dapurnya dari tikus-tikus korup. Kalau tidak, program sebagus apa pun akan gagal.”
JWI Deli Serdang menyatakan siap kawal evaluasi BGN Sumut dan siap jadi corong pengaduan masyarakat jika ada SPPG nakal.
*Reporter: Tim Utomo News Deliserdang*
Views: 14












