Deli Serdang,Utomo News- |
Dinas SDAMBK Kabupaten Deli Serdang kembali menjadi sorotan. Selain bungkam terhadap permintaan data proyek, kualitas pekerjaan fisik di lapangan juga dipertanyakan publik.
Permintaan informasi publik terkait daftar proyek fisik TA 2025-2026 yang dilayangkan JWI Deli Serdang / Utomo News hingga hari ini, Senin 13/7/2026, belum juga dijawab. Padahal batas akhir jawaban yang diminta adalah Jum’at, 3/7/2026. Tegas Jhon Erwin Tambunan SH di Lubuk Pakam (13/7).
4 DATA YANG DITUTUP SDAMBK.
Data yang diminta sangat mendasar dan merupakan hak publik sesuai UU No.14 Tahun 2008:
1. Rekap jumlah paket proyek yang dikerjakan SDAMBK TA 2025-2026
2. Detail pemenang lelang: Nama paket, lokasi, pagu, nilai kontrak, nama penyedia, sumber dana
3. Status pekerjaan: Selesai, berjalan, atau belum mulai
4. Rekapitulasi PDF/Excel untuk akurasi pemberitaan.
Muncul Pertanyaan Publik Mengenai Asal Penyedia Jasa Proyek.
“Kami ingin konfirmasi sederhana: Benarkah pemenang proyek di Deli Serdang ini asli orang Deli Serdang? Karena dugaan di lapangan, banyak pemborong luar yang menang tender,” ujar Jhon.
Apabila sebagian besar proyek memang dikerjakan penyedia dari luar daerah, menurut JWI kondisi tersebut berpotensi mengurangi perputaran ekonomi lokal.
BUKTI DI LAPANGAN: ASPAL BARU SEBULAN SUDAH RUSAK
Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, ditemukan bagian permukaan aspal yang telah mengalami pengelupasan meskipun warga menyebut pekerjaan tersebut belum genap satu bulan selesai. “
Seperti pengaspalan jalan di Pasar 3 Emplasemen, Kecamatan Beringin dan Kecamatan Pagar Merbau yang merupakan pekerjaan perawatan, belum genap sebulan aspal sudah kembali terkelupas.
“Ini baru selesai, kok sudah hancur lagi? Kemana uang rakyat? Kemana pengawasan?” kata salah seorang warga yang ditemui tim di lokasi.
Kondisi ini bertolak belakang dengan pernyataan Bupati Deli Serdang saat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik infrastruktur di Kecamatan Tanjung Morawa, Rabu (8/7/2026) lalu.
Saat itu Bupati menegaskan:
“Tanpa pengawasan yang serius, pembangunan rawan terlambat, tidak sesuai spesifikasi, dan akhirnya merugikan warga.”
Pernyataan Bupati itu seolah menjadi tamparan keras bagi SDAMBK. Di satu sisi pimpinan daerah minta pengawasan ketat, di sisi lain di lapangan aspal baru sebulan sudah rusak dan data proyek ditutup.
TUNTUTAN JWI DELI SERDANG
1. Buka Data 2×24 Jam: Unggah rekap proyek 2025-2026 di website resmi.
2. Audit Lapangan: SDAMBK + Inspektorat turun cek kualitas aspal di Beringin & Pagar Merbau. Siapa kontraktornya, speknya bagaimana.
3. Prioritaskan Pemborong Lokal: Agar perputaran ekonomi benar-benar dirasakan warga Deli Serdang.
“Jangan sampai penegasan Bupati diabaikan begitu saja, dan pengawas malas turun kelapangan, Kalau kerja bagus, tunjukkan datanya. Kalau rusak perbaiki dan pemborong jangan kerja asal asalan,” tutup Jhon.
Hingga berita ini naik, Jhanso Kadis SDAMBK Deli Serdang belum memberikan keterangan resmi.
Redaksi Utomo News masih berupaya mengkonfirmasi lebih lanjut. (*)
Reporter : Hari’S Utomo News.
Views: 19












