Lubuk Pakam, Utomo news , 14 Mei 2026 –|
Suasana kunjungan kerja di salah satu sekolah Bupati Deli Serdang berubah tegang dan panas. Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, tiba-tiba marah besar dan meluapkan kemarahannya kepada para pengusaha/penyedia buku pelajaran yang terlibat pengadaan barang pendidikan tahun anggaran 2026. Ia menilai praktik yang terjadi sangat merugikan negara dan murni demi keuntungan pribadi.
Dalam unggahan tiktok Rahmat yang ia sebar di grup kamis (14/5). Terlihat di hadapan Kepala dinas, pengawas sekolah, ratusan kepala sekolah, dan penyedia barang yang hadir, Bupati Asri Ludin bicara dengan nada tinggi dan ketegasan yang tak terbantahkan. Ia menyoroti adanya indikasi kuat penggelembungan harga, kualitas buku rendah, hingga praktik bagi hasil atau komisi yang merajalela.
“Demi komisi kalian habiskan anggaran negara itu! Kejam kalian!” seru Bupati Asri Ludin dengan suara menggelegar, terlihat dan terdengar jelas dalam unggahan vidio.
Menurut data yang dihimpun Pemkab Deli Serdang, anggaran pengadaan buku dan bahan ajar tahun ini mencapai puluhan miliar rupiah, bersumber dari APBD dan dana bantuan. Namun pemeriksaan awal menemukan banyak kejanggalan: harga buku jauh di atas harga pasar, isi materi tidak sesuai kurikulum terbaru, kertas dan cetakan buruk, serta indikasi pembagian keuntungan antara penyedia dan oknum di lingkungan sekolah.
“Uang itu uang rakyat, uang APBD yang dikumpulkan dari pajak dan keringat masyarakat. Bukan uang kalian untuk dibagi-bagi demi komisi! Kalian cari untung berlebihan, tapi kualitas buku yang diterima anak-anak kami buruk. Bahkan ada yang masih di plastik, Ini kejahatan terhadap pendidikan, kejahatan terhadap masa depan anak bangsa,” tegasnya penuh emosi.
Kemarahan Bupati makin memuncak saat menyinggung dugaan keterlibatan oknum kepala sekolah yang ikut “bermain” dan mengatur pengadaan demi kepentingan bersama. Tanpa ragu, ia mengeluarkan peringatan keras sekaligus ancaman tindakan tegas.
“Dan ingat baik-baik: bila terdapat oknum Kepala Sekolah yang ikut bermain, terlibat, atau mengizinkan hal ini terjadi, saat itu juga saya berhentikan! Tidak ada toleransi, tidak ada ampun. Jabatan itu amanah, bukan tempat mencari nafkah haram,” tegaskan Bupati Asri Ludin dihadapan semua pihak .
Ia menegaskan, pembenahan pendidikan di Deli Serdang tak hanya soal gedung atau fasilitas, tapi bersih-bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merajalela. Selama ini, ia sudah mencopot puluhan kepala sekolah karena masalah pengelolaan dana dan pelanggaran aturan, dan siap melakukannya lagi bagi siapa saja yang melanggar.
“Saya tidak peduli siapa kamu, punya hubungan siapa, atau sudah berapa lama menjabat. Kalau menyalahgunakan anggaran pendidikan, saya copot, saya serahkan ke hukum. Uang pendidikan harus sampai utuh, bermanfaat, dan berkualitas untuk siswa, bukan habis di jalan,” tambahnya.
Bupati memerintahkan Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten segera melakukan audit menyeluruh, telusuri setiap transaksi, cek harga, spesifikasi, dan kesesuaian barang. Jika terbukti ada pelanggaran, penyedia barang akan dimasukkan daftar hitam, dilarang ikut lelang selamanya, dan diproses secara hukum.
Banyak pihak berharap kemarahan ini menjadi titik balik, agar pengadaan barang pendidikan ke depan bersih, transparan, dan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Deli Serdang.
Hingga berita ini diturunkan, tim inspeksi sudah mulai bekerja memeriksa berkas-berkas pengadaan buku tahun 2026. (Hari’S / Utomo News).
Views: 119












