Taheran, Utomo News, Selasa 10 Maret 2026-|
Sangatlah mengerikan bila senjata yang bisa melelehkan tank baja tebal seperti lilin di bawah api neraka, menghanguskan segala yang disentuhnya hingga lenyap tanpa jejak. Ini bukan fiksi ilmiah, tapi kabar terkini dari Timur Tengah yang mengguncang dunia: Iran bersiap meluncurkan “Meriam Plasma”, senjata terlarang yang dikembangkan secara rahasia oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).
Lebih mengerikan dari nuklir, senjata ini dilarang konvensi militer internasional karena efeknya yang brutal—menyemburkan partikel plasma superpanas yang menguapkan target apa pun, dari kendaraan lapis baja hingga personel musuh.
Update Terkini (10 Maret 2026): Di tengah ketegangan Israel-Iran yang memuncak, intelijen Barat melaporkan Iran berada di ambang uji coba. Sumber dari media Iran seperti Tasnim News mengonfirmasi persiapan militer, sementara laporan BBC dan Reuters menyebut adanya aktivitas mencurigakan di fasilitas rahasia dekat Natanz.
Mojtaba Khamenei, putra Mahkamah Tertinggi Ali Khamenei dan calon penerus kepemimpinan, disebut-sebut sebagai arsitek proyek ini oleh analis seperti dari Foundation for Defense of Democracies (FDD).
“Ini senjata game-changer,” kata pakar militer AS di Fox News, “plasma-ion bisa mencapai suhu 10.000°C, melelehkan uranium-depleted armor tank Abrams Israel dalam detik.”
Fakta teknis tak terbantahkan: Teknologi plasma weapon telah diuji AS dan Rusia sejak 2010-an (lihat laporan DARPA 2023), tapi Iran klaim versi mereka lebih advanced—berbasis gas terionisasi yang menembus pertahanan Iron Dome. Efeknya? Tank Merkava Israel lenyap jadi genangan logam cair; prajurit jadi abu.
Israel sudah panik: PM Netanyahu perintahkan evakuasi perbatasan, sementara AS ancam sanksi baru. Tapi Iran tak bergeming—”Kami siap balas dendam,” tegas Khamenei di pidato terbaru.
Sementara “raja teroris” AS dan “raja setan” Zionis cuma menggonggong, Iran akan bertindak nyata. Ini bukan gertak sambal; ini deklarasi perang baru di era plasma. Dunia menahan napas. (Hari’S).
Views: 69












