Deli Serdang, Sumut, Utomo news, Jum’at,28/11/2025) |
Sumatera Utara (Sumut) kembali dilanda bencana banjir bandang yang menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa. Hujan deras dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir hingga Jum’at, ( 28/ 11/ 2025) mengakibatkan luapan sungai di 11 kabupaten dan kota, khususnya di Medan dan Deli Serdang, hingga menyebabkan sedikitnya 24 orang meninggal dunia dan ribuan rumah terendam air dengan ketinggian hingga satu meter.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah ini membuat ribuan warga harus mengungsi ke lantai atas rumah atau ke tempat yang lebih aman. Evakuasi dilakukan secara masif oleh petugas gabungan baik dari BNPB, TNI, dan Polri hingga larut malam untuk menjamin keselamatan warga.
Selain kehilangan jiwa dan kerumunan pengungsi, banjir juga menyumbang kerusakan infrastruktur yang signifikan. Banyak jalan utama di wilayah terdampak terendam dan tidak dapat dilalui, membuat akses transportasi lumpuh dan menimbulkan kemacetan panjang.
Kondisi ini menyerupai situasi banjir besar yang sebelumnya terjadi di Jakarta dan Bali, yang juga menimbulkan tekanan besar terhadap pengelolaan bencana dan penanganan darurat.
Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi tegas kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan penanganan serius dan cepat tidak hanya di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumatera Barat yang mengalami bencana serupa.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah penyelamatan korban, evakuasi warga terdampak, serta perbaikan infrastruktur kritis.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastuti, melaporkan bahwa sejumlah infrastruktur yang vital rusak parah, sehingga memperlambat distribusi bantuan.
DPR pun mendesak agar proses evakuasi dan distribusi logistik dipercepat agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi dan penanganan darurat dapat berjalan optimal.
BNPB terus melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah terdampak dan wilayah rawan longsor yang menjadi potensi ancaman lanjutan.
Upaya mitigasi dan pemulihan sedang diprioritaskan agar dampak bencana tidak berlanjut dan kehidupan masyarakat bisa segera kembali normal.
Banjir bandang ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam mitigasi bencana, kesiapan infrastruktur, dan peningkatan sistem peringatan dini untuk mengurangi risiko korban di masa depan di wilayah Sumatera, yang rawan mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. ( Hasan Basri Siregar KA Biro Utomo news Deli Serdang).
Views: 26










