Lubuk Pakam, Utomo News – |
Pakar pendidikan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si,menyoroti fenomena guru yang hanya menjalankan fungsi mengajar tanpa mendidik. Akibatnya, moral pelajar di berbagai jenjang disebut mengalami kemunduran.
“Banyak guru yang hanya bisa mengajar, bukan mendidik. Maka kita lihat di zaman sekarang moral para murid baik di tingkat SD, SMP, SMA, bahkan mahasiswa makin merosot,” ujar Sontang saat ditemui di Lubuk Pakam, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, mengajar berfokus pada transfer ilmu dan nilai ujian. Sementara mendidik menyangkut pembentukan karakter, sikap, dan tanggung jawab siswa. Ketika peran mendidik diabaikan, sekolah hanya menghasilkan lulusan pintar secara akademik tapi lemah dalam etika dan budi pekerti.
Sontang menilai kemerosotan moral pelajar terlihat dari meningkatnya kasus bullying, tawuran, plagiarisme, hingga sikap tidak hormat terhadap guru dan orang tua. Ia menyebut akar masalahnya adalah penyempitan peran guru di kelas menjadi “penyampai materi” semata.
*Solusi Konkret yang Ditawarkan*
Untuk membalik keadaan, Sontang mengajukan tiga langkah praktis:
1. *Evaluasi kinerja guru berbasis karakter, bukan hanya nilai siswa*
Penilaian guru harus mencakup aspek pembinaan sikap siswa di kelas dan di luar kelas. Ini bisa lewat laporan wali kelas, observasi kepala sekolah, dan umpan balik orang tua.
2. *Pelatihan berkala tentang pendidikan karakter bagi guru*
Guru perlu dibekali metode praktis untuk menanamkan disiplin, jujur, gotong royong, dan empati melalui pembelajaran sehari-hari, bukan hanya lewat pelajaran PPKn.
3. *Beri ruang dan insentif bagi guru yang aktif mendidik*
Guru yang terbukti berhasil membentuk karakter siswa layak mendapat penghargaan dan beban administratif yang lebih ringan, agar fokusnya tidak habis pada laporan dan dokumen.
*Pemahaman Dasar: Mengajar vs Mendidik*
Sontang menegaskan perbedaan keduanya penting dipahami publik. “Mengajar menjawab pertanyaan ‘apa yang kamu tahu?’. Mendidik menjawab ‘siapa kamu jadinya?’,” jelasnya.
Ia mencontohkan, guru Matematika yang mengajar rumus kuadrat sudah menjalankan tugas mengajar. Tapi ketika ia menegur siswa yang mencontek dan membimbingnya agar jujur, di situlah fungsi mendidik bekerja.
“Kalau hanya mengajar, kita bisa mencetak ahli. Tapi kalau tidak mendidik, kita berisiko mencetak ahli yang tidak beretika. Dan itu lebih berbahaya bagi bangsa,” tutup Sontang. (Hari’S/ Utomo News).
Views: 28












