Deliserdang, Utomo news – |
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggebrak era baru pembangunan dengan menandatangani kesepakatan strategis bersama lima perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Politeknik Pengadaan Nasional.
Penandatanganan MoU ini, yang digelar di Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang pada Senin (4/5/2026), menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), percepatan inovasi, dan transformasi pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan—sebuah langkah krusial di tengah tantangan ekonomi Deli Serdang yang masih bergulat dengan pengangguran muda dan keterbatasan teknologi.
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan “senjata ampuh” untuk mengatasi dinamika pembangunan yang semakin kompleks.
“Perguruan tinggi adalah gudang ilmu dan inovasi. Sinergi kita hari ini akan lahirkan SDM unggul, riset terapan yang langsung menyentuh masalah lokal seperti pertanian berkelanjutan dan industri kreatif, serta kebijakan publik berbasis data,” tegasnya dalam sambutan yang disambut aplaus hadirin.
Fokus utama kerjasama mencakup program pelatihan SDM massal untuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, riset berorientasi daerah seperti pengembangan agro-teknologi di lahan gambut Deli Serdang, hingga pengabdian masyarakat yang menghasilkan inovasi nyata seperti aplikasi monitoring banjir atau platform e-commerce UMKM lokal.
Komitmen ini sejalan dengan visi Kabupaten Deli Serdang sebagai pusat ekonomi baru di Sumatra Utara, di mana potensi perkebunan sawit dan pariwisata belum tergarap maksimal akibat keterbatasan tenaga ahli.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setkab Deli Serdang, Adi Winarto, menambahkan bahwa MoU ini melanjutkan kemitraan sebelumnya sambil mempercepat target RPJMD 2025-2029. “Kami ingin kolaborasi ini hasilkan output konkret: ribuan warga terlatih, puluhan riset diterapkan, dan inovasi yang pangkas birokrasi hingga 30%. Ini juga patuhi UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mendorong kemitraan dengan pihak ketiga untuk pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Langkah ini datang di saat yang tepat, mengingat Deli Serdang masih menghadapi disparitas pembangunan dengan kota-kota besar seperti Medan. Data BPS Sumatra Utara 2025 mencatat tingkat pengangguran terbuka di kabupaten ini mencapai 6,2%, di atas rata-rata provinsi. Kolaborasi dengan kampus elite nasional diharapkan jadi katalisator, mirip sukses kolaborasi serupa di Jawa Barat yang tingkatkan PDRB hingga 15% lewat inovasi digital.
Lom Lom Suwondo menutup dengan nada tegas: “Dokumen ini harus hidup melalui program terukur. Kami pantau ketat agar setiap rupiah anggaran hasilkan dampak nyata bagi rakyat Deli Serdang.” Dengan sinergi ini, Deli Serdang berpotensi jadi model bagi kabupaten lain di Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi berbasis pendidikan tinggi.
(Hari’S)
Views: 8












