Hambalang, Bogor , Utomo news Minggu,3/5/2026 – |
Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, sore hingga malam hari Sabtu (2/5/2026). Pertemuan tertutup ini menjadi ajang pembahasan mendalam isu strategis nasional, menegaskan komitmen pemerintah melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan rakyat Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan pembangunan daerah.
Menurut unggahan resmi akun Facebook Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Seskab RI) pada Minggu (3/5/2026), rapat tersebut menyoroti dua isu krusial. Pertama, penyampaian aspirasi dari serikat pekerja di seluruh daerah.
Langkah ini menunjukkan respons pemerintah terhadap tuntutan buruh pasca-libur panjang Lebaran, di mana isu upah layak, perlindungan kerja, dan stabilitas ketenagakerjaan sering menjadi sorotan.
Pemerintah berkomitmen mengintegrasikan suara pekerja ke dalam kebijakan nasional, potensial membuka pintu reformasi ketenagakerjaan yang lebih inklusif.
Kedua, sektor pendidikan mendapat perhatian khusus melalui pemanfaatan peran perguruan tinggi (PTN/PTS) untuk pembangunan daerah. Presiden menekankan kontribusi fakultas teknik di perguruan tinggi, yang diminta turun tangan langsung membangkitkan infrastruktur lokal.
Contohnya, mahasiswa dan dosen teknik bisa terlibat dalam proyek jalan, irigasi, atau energi terbarukan di daerah tertinggal, sejalan dengan program prioritas pemerintahan Prabowo seperti swasembada pangan dan infrastruktur merata.
Rapat di Hambalang ini bukan sekadar diskusi rutin. Lokasi yang strategis di kompleks pencak silat nasional melambangkan semangat gotong royong, sementara timing-nya pasca-cutinya menandakan akselerasi kebijakan. Bagi masyarakat, pesan utamanya jelas: pemerintah tak hanya bicara, tapi bertindak.
Aspirasi buruh bisa berujung kenaikan UMP yang adil, sementara kampus teknik berpotensi jadi katalisator pembangunan desa, mengurangi kesenjangan urban-rural.
Pemerintah menegaskan komitmennya melalui kebijakan yang “melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan”.
Langkah ini diharapkan meredam keresahan sosial dan mendorong pertumbuhan inklusif di 2026. (Hari’S).
Views: 36












