Berita  

“Revolusi 7-Helix Dr. Sontang Sihotang: Ubah Sampah Pesisir Deli Serdang Jadi Emas untuk Lawan Stunting & Kemiskinan”

 

Deli Serdang,Utomo news 15/4/2026 – |

 

Sebuah lompatan kuantum pemberdayaan sedang direncanakan di kawasan pesisir Deli Serdang, meliputi kecamatan Percut Sei Tuan, Pantai Labu, dan Hamparan Perak. Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si., dosen Fisika Nuklir USU sekaligus peneliti rekayasa sosial dan ekonomi sirkular, memperkenalkan program “Revolusi 7-Helix” yang memadukan teknologi, spiritualitas, dan ekonomi biru untuk mengubah limbah pesisir menjadi sumber daya bernilai tinggi, ungkap Dr Sontang Sihotang, Selasa, 15 April 2026 di Medan.

 

Ia pun merinci Konsep Revolusi 7-Helix;

Revolusi ini tidak hanya bertujuan mengelola sampah, tetapi juga menjadi blueprint global rekayasa sosial yang mengintegrasikan tujuh pilar: pemerintah, akademisi (USU–UNPAB), dunia usaha, komunitas lokal, media, spiritual/agama, dan jejaring internasional. Sinergi model Hepta‑Helix yang diperkuat oleh Teknologi Metafisika—kesadaran rohani dan etis transendental—diarahkan sebagai “lem” yang mengikat semua aktor dalam gerakan pemberdayaan berkelanjutan.

 

Menurutnya, Program ini menargetkan tujuh kelompok rentan: disabilitas, remaja putus sekolah, orang tua jompo, penganggur, janda (ibu tunggal), orang dengan gangguan jiwa, dan pecandu narkoba. Mereka bukan sekadar penerima bantuan, tetapi dijadikan arsitek produksi “Tepung Karbon & Kalsium Organik” dari limbah pesisir melalui Terapi Okupasi berbasis pekerjaan riil.

 

Dari Sampah ke Suplemen Gizi & Pupuk

Dalam mekanisme 7‑langkah, limbah cangkang kerang, tulang ikan, dan biomassa laut dikumpulkan, dicuci, dijemur, lalu dihancurkan dengan alu dan diolah melalui karbonisasi maupun kalsinasi menggunakan alat tradisional maupun sederhana. Hasilnya adalah tepung karbon, kalsium oksida/karbonat, dan senyawa fosfat yang bisa diaplikasikan sebagai suplemen kalsium organik, bahan baku farmasi, pupuk pertanian, dan komponen kemasan ramah lingkungan dari botol plastik daur ulang.

 

Produk ini diarahkan sebagai senjata langsung melawan stunting dengan menyediakan asupan kalsium fosfat dan karbonat bagi balita, anak, remaja, dan lansia di desa pesisir Deli Serdang. Di sisi lain, program ini mendukung ekonomi sirkular, ekonomi hijau, dan biru, menutup siklus limbah serta menumbuhkan lapangan kerja baru bagi nelayan dan masyarakat pesisir.

 

Upah Layak, Dampak Sosial & Lingkungan

Dr. Sontang memproyeksikan upah harian Rp100.000 per partisipan dari 7 kelompok rentan, yang akan secara langsung mengangkat mereka keluar dari kemiskinan ekstrem. Selain itu, program ini menjanjikan peningkatan pendapatan nelayan melalui diversifikasi nilai tambah dari limbah laut, serta potensi meraih penghargaan Gold Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan.

 

Secara sosial, integrasi kelompok rentan tidak hanya mengurangi stunting, tetapi juga memulihkan mental, keterampilan sosial, dan rasa memiliki di tengah komunitas. Di tingkat akademik, program ini menjadi bukti nyata sumbangan USU dan UNPAB dalam memperkuat Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDG), termasuk SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat), SDG 8 (Pekerjaan Layak), SDG 12 (Produksi & Konsumsi Bertanggung Jawab), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 17 (Kemitraan Global).

 

Panggilan untuk Mitra Hepta-Helix

Dalam paparan resminya, Dr. Sontang menyebut bahwa revolusi ini bukan sekadar proyek lokal, melainkan model global yang harus diadopsi dengan dukungan kolaboratif penuh dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, tokoh spiritual, dan mitra internasional. “Dari pesisir Deli Serdang, kita bisa mengubah limbah menjadi kesejahteraan abadi dan menginspirasi dunia,” tegas  Kiyai Khalifah yang juga, Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si (Universitas Sumatera Utara & Universitas Pembangunan Panca Budi)

 

Program “Revolusi 7‑Helix” yang digagas Dr. Sontang Sihotang dinilai sebagai langkah revolusioner yang menggabungkan fisika, ekonomi, gizi, dan spiritualitas menjadi satu gerakan sosial yang terukur, inklusif, dan scalable—menjadi harapan baru bagi nelayan pesisir Sumatera Utara dan ikon baru pendekatan Zero Waste berbasis masyarakat.  (Hari’S)

Views: 51