Medan, Utomo News, Selasa,10 Maret 2026-|
Dunia harus melek matanya bangun dari tidur nyenyaknya! Ada yang menangis minta perang Iran-Israel dihentikan—ngapain dihentikan? Ini bukan pesta kembang api, tapi perang proxy brutal yang sudah merenggut ribuan nyawa di Lebanon dan Suriah sejak Oktober 2023, dengan rudal balistik Iran menghantam pangkalan AS di Irak (data Pentagon, Januari 2026).
Kalau dibiarkan, bernegara cuma omong kosong: Amerika dan sekutu Israelnya sudah jadi algojo bagi puluhan pemimpin dunia, campuri urusan internal negara mana pun sesuka hati. Ingat sejarah hitamnya?
Presiden Irak Saddam Hussein ditangkap 2003, digantung 2006 setelah invasi AS yang katanya “hilangkan senjata pemusnah massal”—ternyata hoax, tapi Irak hancur, 1 juta tewas (laporan Lancet 2006).
Muammar Gaddafi Libya? Dibom NATO (didukung AS) 2011, ditangkap massa lalu dibunuh barbar—sekarang Libya pecah jadi medan perang suku.
Presiden Panama Manuel Noriega? Diserbu AS 1989, ditangkap dan dipenjara 40 tahun. Bahkan Patrice Lumumba Kongo dibunuh CIA 1961 karena berani nasionalisasi tambang.
Daftarnya panjang: dari Chile (Pinochet coup 1973) sampai Afghanistan (kini Taliban balik kuasai setelah 20 tahun “perang melawan teror”).
Terhadap kezalim ini firman Allah tegur: “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan… meskipun terhadap diri sendiri” (QS Al-Maidah:8).Iran? Syukur ada perisai umat! Balas serangan nuklir AS-Israel (April 2024) Tanpa mereka, umat tercerai berai: “Dan apakah kamu tidak suka menolong Allah, padahal Allah menolong kamu” (QS An-Nisa:75).
Iran? Untung ada mereka yang berani lawan! Saat AS-Israel bom fasilitas nuklir Iran (serangan udara April 2024), Teheran balas dengan 300 rudal ke Israel—bukti perlawanan, bukan agresi (data IDF).
Tanpa Iran, Timur Tengah jadi koloni baru: Gaza hancur, Yaman dibombardir, Suriah direbut. Amerika bukan penjaga damai, tapi tukang perusuh: $8 triliun habis di perang sejak 2001 (Brown University Costs of War), tapi rakyat AS miskin, hutang numpuk.
Presiden Trump (kembali berkuasa 2025) dan Netanyahu janji “hancurkan Iran”, tapi siapa untung? Senjata Lockheed Martin untung triliunan.
Dunia, buka mata! Kalau Iran jatuh, giliran Indonesia dan Asia Tenggara dicampuri. Bernegara harus punya gigi—dukung perlawanan, tolak hegemoni AS-Israel. Kalau tidak, kita cuma pion di papan catur mereka. ( Hari’S).
Views: 36












