Berita  

BBM Krisis Dunia Imbas Perang Iran-Israel-AS, Pemerintah Panik Cadangan Habis 20 Hari – Anak Bangsa Bandung Punya Solusi Rp4.000/Liter, Kapan Digunakan?

Medan, Utomo News, Kamis 5 Maret 2026- |

 

Konflik militer antara Iran, Israel yang didukung Amerika Serikat memanas sejak akhir Februari 2026, dengan serangan udara AS-Israel pada 28 Februari menargetkan fasilitas militer Iran, diikuti penutupan Selat Hormuz oleh Teheran yang mengganggu 20% pasokan minyak dunia.

 

Akibatnya, harga minyak Brent melonjak hingga $80 per barel, memicu kekhawatiran kelangkaan BBM global dan inflasi di Indonesia yang bergantung impor.

 

Pemerintah RI kini panik karena cadangan BBM nasional hanya cukup untuk 20-23 hari ke depan, seperti diungkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada awal Maret 2026.

 

Kritik Pedas Kebijakan Pemerintah

 

Ironisnya, di tengah krisis ini, pemerintah masih bergantung impor padahal inovasi anak bangsa dari Bandung – Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos! (Bobibos) – sudah siap jadi alternatif. Bobibos, hasil riset Muhammad Ikhlas Thamrin dari jerami padi (limbah sawah), punya RON 98 lebih unggul dari Pertamax (RON 92, harga Rp12.300/liter di Jabodetabek per Maret 2026).

 

Sementara Bobibos dan diklaim ramah lingkungan dengan harga potensial Rp4.000 per liter jika produksi massal.

 

Satu hektare sawah bisa hasilkan 3.000 liter, cukup untuk suplai besar jika didukung lahan 2.000 hektare. Namun, hingga Maret 2026, Bobibos masih mandek di uji lab ESDM selama 8 bulan, tanpa produksi massal meski direncanakan 2026 – tudingan publik: dijegal birokrasi demi lindungi kartel impor.

 

Padahal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka dukung penuh Bobibos, promosikan sebagai kemandirian energi Jabar dari limbah pertanian, bahkan siap fasilitasi lahan dan uji coba massal untuk cegah krisis BBM.

 

Sementara , Bahlil sibuk bilang cadangan “aman” 20 hari kedepannya saja. Tapi ngapain repot kalau jerami padi bisa jadi BBM super murah?

 

Ini bukti pemerintah gagal manfaatkan potensi lokal, prioritaskan impor mahal ketimbang kemandirian energi dari sawah-sawah Nusantara.

 

Dampak Ekonomi Rakyat

 

Kenaikan harga BBM nonsubsidi sudah terjadi per 1 Maret 2026, Pertamax naik Rp500/liter, berpotensi picu inflasi dan beban subsidi APBN.

 

Rakyat miskin terpukul, sementara konflik Timur Tengah berlanjut dengan rudal balasan Iran ke Israel dan pangkalan AS. Saatnya tuntut pemerintah: Dukung Bobibos sekarang, jangan tunggu krisis BBM meledak!  (Hari’S).

Views: 67