Berita  

Ramadhan Kedua: Teladan Nabi Muhammad SAW dalam Sambut Ramadhan dengan Taqwa, Doa, dan Tilawah Al-Qur’an

 

Deliserdang, Utomo News, Kamis, 19 februari 2026 – |

 

Dalam sejarah Islam yang gemilang, memasuki Ramadhan kedua Hijriah menjadi momen sakral bagi Rasulullah SAW dan para sahabat. Saat itu, umat Islam di Madinah telah menjalani tahun pertama hijrah penuh ujian, dari Perang Badar hingga penetapan qiblat ke Masjidil Haram. Ramadhan kedua ini bukan sekadar ibadah puasa, melainkan panggilan ilahi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui taqwa, istiqamah, dan pengabdian total. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183:[{ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ]”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

 

Ayat ini diturunkan justru di Ramadhan kedua, menegaskan puasa sebagai sarana utama meraih takwa.

 

Sikap Nabi SAW: Penuh Kerendahan Hati dan Persiapan Jiwa

 

Nabi Muhammad SAW memasuki Ramadhan dengan sikap zuhud dan penuh harap. Beliau SAW memulai dengan takbir, tahmid, dan tahlil, mengajak umat untuk membersihkan hati dari riya’ dan duniawi. Hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Šū‘u Ramadhāna šū‘u š-šihr, wa šū‘u š-ša‘bāni šū‘u anfusī” (Datangnya Ramadhan adalah datangnya bulan, dan datangnya Syawal adalah datangnya jiwa-jiwa).

 

Beliau SAW menekankan persiapan dengan memperbanyak istighfar dan muhasabah. Saat tengah malam, Nabi SAW bangkit lebih awal, mandi wudhu dengan khusyuk, lalu menunaikan shalat Tahajjud—seperti disebut dalam QS. Al-Muzzammil ayat 2-4: قُمِ ٱلَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًۭا –  نِّصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًۭا –  أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ رَتْقًۭا “Bangunlah (untuk shalat malam) kecuali sedikit (darinya), separuhnya ataukah kurangilah sedikit dari itu, atau tambahilah padanya, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil: 2-4).

 

Ini menjadi teladan beliau SAW dalam menyambut Ramadhan. Doa-Doa yang Dipanjatkan Nabi SAW

 

Nabi SAW memulai Ramadhan dengan doa khusus yang penuh kerendahan. Hadits shahih riwayat An-Nasai dari Usamah bin Zaid RA, beliau SAW berdoa saat melihat hilal:”Allāhumma ahill ‘alainā bil-khairi wal-‘īmān, wa salimnā fīhi minasy-syarrī wa syuk’rāq.””Ya Allah, datangkanlah bulan ini kepada kami dengan kebaikan dan keimanan, selamatkanlah kami daripadanya dari keburukan, dan berikanlah kami syukur atasnya.” (HR. An-Nasai no. 2144, hasan shahih).

 

Doa lain yang beliau panjatkan setiap pagi Ramadhan, riwayat Muslim dari Amr bin Murrah Al-Juhani:”Allāhumma innī as’aluka khairā hadzihisy-sya‘ri mā fīhi, wa khairā mā ba‘dahu, wa a‘ūdzu bika min syarrī hadzihisy-sya‘ri wa syarrī mā ba‘dahu.””Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini dan kebaikan setelahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan bulan ini dan keburukan setelahnya.” (HR. Muslim no. 2688).

 

Doa ini beliau ucapkan tiga kali, menjadikan Ramadhan sebagai bulan perlindungan dan rahmat.Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Dibaca dan Dijadikan Pedoman

 

Nabi SAW memperbanyak tilawah Al-Qur’an, khususnya surah-surah yang diturunkan di Ramadhan. Beliau membaca QS. Al-Alaq ayat 1-5 (awal wahyu), QS. Al-Muddatsir (penyemangat ibadah), dan QS. Ad-Dhuha untuk menghibur hati. Hadits riwayat Bukhari-Muslim dari Ibnu Abbas RA: Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa membaca ‘Innā a‘ṭainākal-mukhtār’ (QS. Al-A’laq: 1-5) pada awal Ramadhan, maka Allah akan ampuni dosanya.”

 

Puncaknya, QS. Al-Baqarah ayat 185 menjadi ayat penentu:شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ “Bulan Ramadhan, bulan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda (antara hak dan batil).”Teladan ini mengajak kita meniru Nabi SAW: sambut Ramadhan dengan doa, tilawah, dan taqwa, agar menjadi bulan ampunan dan pembebasan dari neraka. (*).

 

Reporter ; Hasan Basri Siregar.

Views: 11