Deliserdang, Utomo News, Jum’at, 23 Januari 2026 – |
Bayangkan musuh tak kasat mata yang tak pernah tidur, tak pernah lelah, dan punya rencana jahat untuk setiap detik hidup Anda. Iblis bukan sekadar legenda kuno—ia adalah arsitek kehancuran yang aktif bekerja sejak diusir dari surga.
Saat Allah ﷻ mengazabnya karena kesombongan, Iblis tak merayu ampun. Ia malah meminta “waktu tambahan” untuk membalas dendam.“Berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-A‘raf: 14).
Allah mengabulkan—bukan karena welas asih, tapi untuk menguji keteguhan iman manusia. Dan itulah awal invasi iblis yang paling licik: ia “berkembang biak” bukan hanya secara biologis, tapi melalui jaringan pengaruh yang meresap ke relung jiwa manusia, dari rumah tangga hingga masyarakat modern.
Bukti Al-Qur’an: Iblis Punya Keturunan dan Pasukan Elite Al-Qur’an tak main-main soal ini. Allah ﷻ tegas menyatakan:“Apakah kamu menjadikan Iblis dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagimu?” (QS. Al-Kahfi: 50).
Kata “keturunan” di sini bukan metafor belaka—ini fakta ghaib yang menegaskan iblis bereproduksi. Tapi bagaimana caranya? Prosesnya misterius, tak terikat hukum fisika duniawi, karena iblis berasal dari jin yang hidup di dimensi lain.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah menggambarkannya hidup:“Iblis memiliki keturunan yang banyak, dan mereka menyebar di tengah manusia sebagaimana darah mengalir dalam tubuh.”
Bayangkan: Mereka ada di mana-mana, mengalir dalam “pembuluh darah” kehidupan kita—di media sosial, gosip tetangga, bahkan pikiran kita sendiri.
Pasukan Berlapis: Setiap Iblis Kecil Punya Misi Khusus Menarget Manusia
Rasulullah ﷺ ungkap strategi mereka:“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengutus bala tentaranya…”
(HR. Muslim)Ini bukan pasukan acak, tapi sistem terorganisir yang menyerang tahap demi tahap.
Setiap “anak iblis” spesialis:Penghasut ritual harian:
Membuat Anda tunda shalat dengan alasan “nanti aja”, scroll TikTok dulu.Pembuat rusak rumah tangga: Bisikkan kecemburuan, gosip, atau godaan perselingkuhan via DM Instagram.
Penanam keraguan iman: “Al-Qur’an kan cuma cerita lama, ikuti tren aja deh.”Penyebar putus asa: Saat gagal ujian atau bisnis bangkrut, “Kamu pasti sial selamanya.”Penjaga pintu maut: Di sakaratul maut, ia bisik, “Taubatmu terlambat!” (HR. Bukhari-Muslim).
Di era digital, peran mereka makin ganas: Mereka “berkembang biak” lewat algoritma yang merekomendasikan konten haram, tren toksik seperti FOMO (fear of missing out), atau budaya cancel culture yang membenci kebaikan.
Cara Iblis “Melahirkan” Pengaruh Tanpa Batas: Dari Dosa ke Budaya Jahat
Iblis tak puas dengan keturunan jin semata. Ia memperbanyak diri melalui manusia itu sendiri—membuat kita jadi “iblis kecil” yang melanjutkan misinya.1. Mewariskan Dosa Secara Viral
Rasulullah ﷺ peringatkan:“Barang siapa mencontohkan keburukan, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengikutinya.”
(HR. Muslim)
Contoh nyata: Satu video viral zina dinormalisasi → ribuan like → budaya “open relationship” → generasi rusak. Dosa satu orang melahirkan ribuan dosa baru, seperti virus di medsos.
2. Mengubah Manusia Jadi Agen Iblis Lisan: Kata kasar di WhatsApp group jadi racun harian.Mata: Scroll pornografi atau gosip seleb, mata jadi pintu neraka.Tangan: Like konten fitnah, sebarkan hoax politik. Hati: Benci ulama atau kebenaran, karena “terlalu kaku”.
Peranan Utama Iblis ke Manusia: Ia tak perlu tanduk merah. Cukup buat dosa terasa enak dan biasa (zina jadi “cinta bebas”), taubat terasa berat (malu ngaku dosa), akhirat terasa jauh (nikmati dunia dulu!). Hasilnya? Manusia jadi tentara sukarela, memperbanyak pengaruhnya tanpa sadar.
Mengapa Iblis Tak Pernah Lelah? Dendam Abadi untuk Neraka Ramai
Waktunya terbatas, neraka sudah jadi “rumah” akhirnya. Maka ia sumpah:“Aku benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya.”
(QS. Shad: 82) Bukan satu-dua orang. Tapi sebanyak mungkin—dari anak muda kecanduan game haram hingga pejabat korup yang zalimi rakyat. Ia ingin neraka penuh, biar tak sendirian.
Renungan Menakutkan: Iblis Sudah di Depan Mata Anda
Ia “berkembang biak” lewat: Keturunan jin yang mengintai. Bisikan halus di pikiran.Dosa diwariskan via budaya.Kelalaian kita yang jadi inkubator.
Tapi jangan panik—Allah ﷻ janjikan benteng tak tertembus: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, engkau tidak punya kekuasaan atas mereka.” (QS. Al-Hijr: 42).
Selama kita pegang iman, jaga shalat lima waktu, dzikir pagi-petang, dan hindari maksiat, seluruh pasukan iblis tak berdaya. Semoga Allah lindungi kita dari tipu musuh tampak dan tersembunyi. Aamiin 🤲.
Reporter ; Hasan Basri Siregar.
Views: 16













