Jakarta, (Utomo news, Selasa 9 Desember 2025). |
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba dengan kehormatan tinggi di Islamabad, Pakistan, Senin (08/12/2025) pukul 12.00 waktu setempat, menjawab undangan resmi Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
Penjemputan langsung oleh Perdana Menteri dan penyambutan dengan upacara militer penuh kehormatan menjadi simbol kuatnya hubungan bilateral yang sudah terjalin sejak 75 tahun silam.
Kunjungan kenegaraan ini bukan semata agenda protokoler, namun momentum strategis untuk mengukuhkan kembali komitmen kedua negara dalam menjalin kerja sama yang lebih erat, termasuk di bidang ekonomi, politik, pertahanan, dan budaya.
Tahun ini menandai 75 tahun diplomasi Indonesia-Pakistan, yang mengusung berbagai program kolaborasi yang diharapkan membawa manfaat signifikan bagi kedua bangsa.
Jejak sejarah kedekatan kedua negara berawal dari kunjungan Presiden Sukarno pada 1950 ke Pakistan, yang menjadi tonggak awal terbangunnya persahabatan dan solidaritas antardua negara mayoritas muslim ini.
Kini, kunjungan Presiden Prabowo menjadi pengingat akan ikatan historis tersebut sekaligus pembuka lembaran baru sinergi di era modern.
Undangan resmi dari PM Shehbaz Sharif telah disampaikan dua kali secara khusus, yakni saat Konferensi Tingkat Tinggi D8 di Kairo dan pertemuan KTT Perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir.
Hal ini menunjukkan prioritas tinggi Pakistan terhadap penguatan hubungan dengan Indonesia di tengah kompleksitas geopolitik kawasan dan tantangan global saat ini.
Pemerintah Indonesia menyambut kunjungan ini sebagai peluang strategis untuk memperluas kemitraan bilateral, memperkuat diplomasi ekonomi, dan mempererat kerja sama di berbagai sektor.
Sinergi ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas dan pengaruh Indonesia serta Pakistan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.
Kunjungan ini diproyeksikan membuka akses dialog politik yang lebih intensif dan kolaborasi bersama dalam penanganan isu regional serta global, termasuk keamanan, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Diplomasi tingkat tinggi antara dua negara ini diharapkan memicu peningkatan investasi, pertukaran budaya, serta kerja sama pertahanan.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Pakistan tidak hanya berakar pada sejarah dan solidaritas, tetapi juga memiliki visi yang jelas dalam menghadapi tantangan masa depan melalui kemitraan strategis yang berkelanjutan.
(Sumber: BPMI Setpres
#KemensetnegRI #RilisPresiden).
Reporter : Hasan Basri Siregar.
Views: 9












