Deli Serdang, (Utomo news, Kamis 13/11/2025) |
Persahabatan sering diuji oleh waktu dan kondisi. Di dunia yang penuh godaan materi dan kekuasaan, banyak hubungan yang retak karena dasar pertemanan yang bersifat duniawi. “Berkawan karena harta, harta akan binasa. Berkawan karena kuasa, kuasa tak akan lama, paling 5 tahun itupun kalau tak ditangkap KPK,”.
Demikian ungkapan tausiah ustad Abdul Somad dalam sebuah perenungan yang menggarisbawahi betapa rapuhnya persahabatan yang berdasar pada materi atau kekuasaan.
Berbeda jauh dengan persahabatan yang dilandasi kecintaan kepada Allah (lillahi ta’ala). Persahabatan semacam ini, menurut ajaran Islam, memiliki kekuatan dan keberlanjutan hingga akhir hayat dan bahkan setelahnya karena didasari oleh nilai-nilai spiritual dan kebaikan yang abadi.
Menurut Al-Qur’an, persahabatan karena Allah ditandai dengan ketulusan dan keikhlasan. Dalam surat Al-Furqan ayat 56 disebutkan, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
Maksudnya, segala hubungan yang terjalin dalam semangat menunaikan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya akan menjadi ikatan yang kuat dan penuh berkah.
Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Persahabatan yang berdasarkan Allah akan saling menguatkan dalam kebaikan dan mengajak pada amal soleh.Dengan persahabatan lillahi ta’ala, setiap pertemuan bukan hanya sebagai hiburan duniawi, tetapi sebagai ikhtiar membangun ukhuwah yang kekal dan menjadi investasi ruhani.
Persahabatan dengan lilahi ta’ala tidak dikhianati oleh waktu, tidak tergantikan oleh harta, dan tidak pudar oleh perubahan kekuasaan.
Oleh sebab itu, mengarungi kehidupan dengan berkawan karena Allah menjadi pilihan terbaik bagi siapa saja yang menginginkan hubungan yang harmonis dan tahan uji. Persahabatan seperti ini bukan hanya menyokong kehidupan dunia tapi juga menjadi bekal berharga di akhirat. ***.
Views: 31













