
Deli Serdang (Rabu,22/10/2025) |
Dalam tradisi Islam, doa merupakan salah satu cara utama untuk memohon rahmat dan rezeki dari Allah SWT. Salah satu doa yang sangat mulia dan penuh makna adalah doa Nabi Isa AS yang tertulis dalam Al-Qur’an, ketika beliau memohon kepada Allah agar diturunkan rezeki yang berlimpah dan tak pernah putus.
Doa tersebut berbunyi:
“Allāhumma rabbana anzil ‘alainā mā’idatan min as-samā’i takūn lanā ‘īdā lanā awwalinā wa ākhirinā wa āyatan minka warzuqnā wa anta khayrur-Rāziqīn.”
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang terdahulu dan orang-orang akhir kami, sebagai tanda (kekuasaan) dari-Mu, dan berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”Doa ini terdapat dalam surat Al-Ma’idah (5:114).
Nabi Isa AS dengan penuh kerendahan hati memohon agar diberikan tanda kebesaran Allah yang berupa rezeki dari langit, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk umat beliau sebelumnya dan sesudahnya, menunjukkan inklusifitas dan harapan agar semua memperoleh berkah.
Makna Rezeki dalam Al-Qur’an dan Doa Nabi Isa AS. Dalam Al-Qur’an, rezeki bukan sekadar harta materi, tapi mencakup segala bentuk nikmat dan karunia Allah, seperti kesehatan, ilmu, ketenangan hati, dan kekuatan spiritual.
Dalam surat Al-Baqarah (2:172), Allah menyuruh hamba-Nya untuk mensyukuri rezeki yang diberikan, karena itu merupakan bentuk pengakuan atas nikmat Ilahi.Doa Nabi Isa AS ini mengandung beberapa pesan penting:Memohon rezeki yang berasal dari sumber Ilahi, bukan semata-mata usaha manusia. Ini mengingatkan kita bahwa usaha harus diiringi doa dan tawakal kepada Allah.
Meminta rezeki yang tidak sekadar cukup untuk diri sendiri, tetapi sebagai tanda kekuasaan dan nikmat Allah yang dapat dirasakan oleh umat secara luas.
Menunjukkan kepercayaan bahwa Allah-lah sebaik-baik pemberi rezeki, yang mengatur segala sesuatu dengan hikmah dan keadilan.
Relevansi Doa ini bagi Umat Saat Ini, Di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dialami banyak orang saat ini, doa Nabi Isa AS ini menjadi pengingat bahwa kita harus terus berdoa dan berharap agar rezeki yang Allah berikan tidak pernah putus atau berhenti.
Selain berusaha keras, menjaga hubungan spiritual melalui doa adalah kunci utama agar kehidupan kita penuh berkah dan tidak hanya cukup secara materi tapi juga penuh keberkahan dan kemuliaan.
Rasulullah SAW juga mengajarkan agar dalam memohon rezeki, selalu disertai hati yang bersyukur dan senantiasa berserah diri kepada kuasa Allah. Doa tentang “ma’idah” yang turun dari langit juga menegaskan bahwa rezeki dapat datang dalam bentuk yang tidak terduga, dan kita harus selalu siap menerima karunia-Nya dengan ikhlas.***.
Views: 30












