Berita  

Jabatan Itu Bukan Tujuan Tapi Amanah. Oleh; Hasan Basri Siregar, KA Biro Utomo News Deli Serdang.

 

Deli Serdang, Minggu,(19/102025).|
Presiden Prabowo menegaskan cermin pelajaran berharga dari sosok panglima perang Halid bin Al-Walid, yang sepanjang sejarah dikenal tak pernah mengalami kekalahan dalam medan tempur, patut menjadi suri tauladan bagi para pemimpin.

Namun, ketika tiba saatnya ia diminta untuk turun dari jabatannya, Halid tidak pernah ragu atau berkelit. Ia melepaskan posisi itu dengan lapang dada dan tanpa menimbulkan kegaduhan. Ujar presiden Prabowo dalam kesempatan pidatonya baru baru ini.

Presiden Prabowo menegaskan, Sikap itu menjadi cermin bagi para pemimpin masa kini, menurutnya , jabatan bukanlah mahkota kekuasaan yang harus dipertahankan dengan segala cara, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat dan sejarah.

Bagi mereka yang menghalalkan segala cara demi mempertahankan atau merebut jabatan, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa mereka telah tersesat jauh dari hakikat kepemimpinan. Jabatan bukan tujuan akhir yang harus dipuja, melainkan alat pengabdian untuk menggerakkan perubahan, menciptakan keadilan, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya.

Ditambahkan Prabowo, Pemimpin sejati adalah yang mampu melepas jabatan ketika waktunya telah tiba, bukan yang menggenggamnya erat-erat demi ambisi pribadi atau kekuasaan semu.

Pesan ini harus menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang menjadikan jabatan sebagai panggung pencitraan dan lahan eksploitasi kekuasaan. Ingatlah, jabatan hanyalah titipan, bukan warisan.Apabila tidak dijalankan dengan integritas dan rasa tanggung jawab, maka jabatan itu tidak menemukan maknanya sama sekali dan berakhir sia-sia.

“Seorang pemimpin yang benar berasal dari kemampuan untuk berkorban, bukan dari kegigihan mempertahankan kekuasaan”. Ujar Hasan Basri Siregar Pengamat sosial di Lubuk Pakam, Minggu, (19/10/2025).

Menurut Haris panggilan akrabnya, Mereka yang enggan melepaskan kursi ketika waktunya tiba sejatinya sedang menodai esensi kepemimpinan sejati itu sendiri.Kisah Halid bin Al-Walid menjadi teladan monumental bagi para pemimpin masa kini.

keberhasilan sejati bukan diukur dari lamanya seseorang memegang jabatan, tetapi dari bagaimana ia mampu menjalankan amanah tersebut dan berbesar hati untuk mengakhirinya ketika sudah waktunya.

Pemimpin yang menggenggam erat jabatan tanpa alasan hakiki hanya akan menjebak dirinya sendiri dalam pusaran kesombongan dan kehancuran. Maka, tugas kita untuk terus mengingatkan, bahwa jabatan harus dijalankan dengan keikhlasan, dan berakhir dengan kelegaan hati, Pungkasnya.

Views: 12