
Deli Serdang, Utomo News, Minggu,( 19/10/2025)|
Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan sikap tegasnya dalam manajemen pemerintahan. Dalam pidatonya saat pengukuhan mahasiswa dan wisuda sarjana di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Bandung, Sabtu (18/10/2025), Prabowo menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi menteri yang tidak disiplin dan tidak profesional dalam Kabinet Merah Putih.
Ia menegaskan bahwa pejabat yang sudah tiga kali diperingatkan namun masih melanggar akan langsung direshuffle demi kepentingan negara dan rakyat.
Presiden menyatakan dirinya tidak akan segan mengganti menteri nakal dengan alasan bukan belas kasihan kepada yang bersangkutan, melainkan rasa kasihan yang lebih besar adalah kepada rakyat yang dirugikan oleh kinerja buruk pejabat tersebut.
“Kalau sudah satu kali diperingatkan masih nakal, dua kali masih bandel, tiga kali ya mau bagaimana lagi? Harus diganti. Tidak ada tempat untuk rasa kasihan, yang kasihan itu rakyat Indonesia,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat hadirin.
Selain soal disiplin menteri, Prabowo juga menegaskan bahwa ia tidak peduli jika dibenci oleh para koruptor, penipu, dan manipulatif yang merasa terancam oleh langkah-langkah bersih dari pemerintahannya.
“Saya tidak peduli jika saya dibenci, asalkan rakyat saya tidak membenci saya. Mereka yang korup dan curang itu tidak akan saya biarkan berkuasa,” tambahnya penuh semangat.
Pidato ini menjadi sinyal kuat komitmen Prabowo untuk membawa kabinetnya bekerja profesional dan bersih dari praktek korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan.
Langkah tegas mengganti menteri yang tidak becus setelah tiga kali peringatan diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memperkuat pemerintahan demi masa depan Indonesia yang lebih baik dan berkeadilan.
Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan menghadapi koruptor dan kelompok yang ingin melemahkan pemerintah bukan hal mudah, mereka memiliki dana besar untuk mengorganisasi demonstrasi dan tekanan. Namun, ia percaya penuh pada kekuatan dukungan rakyat sebagai sumber kekuasaannya yang utama.
Dengan sikap ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa reformasi kabinet bukan hanya sekadar jargon, melainkan langkah nyata yang akan terus ditegakkan demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. ( Hasan Basri Siregar KA Biro Utomo news Deli Serdang).
Views: 20












