DELI SERDANG (Kamis, 3/7/2025) | Diduga perusahaan Cv. Nurfazaidha di Desa Bangun Sari kecamatan tanjung morawa kabupaten deli serdang di protes salah satu warga dengan membawa sepotong kertas yang ditanda tangani 15 orang di gang Benteng, untuk menghentikan aktivitas pencucian plastik bekas di perusahaan mini tersebut.
Terpantau oleh Tvnya Buruh, terlihat 2 bak yang berisikan air bekas cucian plastik putih tersebut. Warga menduga bahwa Cv. Nurfazaidha mengolah limbah air yang berbahan kimia, padahal menurut pemilik cv, bahwa mereka hanya mencuci plastik bekas tanpa adanya bahan kimia yang di perolah dari salah satu perusahaan di kota medan.
Terkait hal ini, salah satu warga juga menduga bahwa sumurnya telah tercemar air limbah dari Cv. tersebut, dan juga bau yang tidak sedap.
Kabid Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang, Indra Sangokupon bersama Kesatuan Polisi Pamong Praja Deli Serdang (Kasat POL PP) meninjau, mengecek langsung tempat limbah yang dimaksud warga tersebut. Namun, terlihat tidak adanya tanda-tanda air limbah yang mengalir kepemukiman warga dan bau tidak sedap tersebut. Terdapat hanya 2 bak tempat cucian plastik bekas.




Hendrik warga desa bangun sari gang benteng mengeluh karena bau tidak sedap dan air sumurnya kotor berbintik-bintik hitam.
“Saya bersebelahan di gudang ini, setiap hari menghirup bau tidak sedap dan bau busuk, ketika kita hirup bisa mengalami kematian, saya aja tetangga nya sendiri, sumur saya terdampak limbah, jika saya mandikan gatal dan jika saya konsumsi bisa meninggal dunia.” Ucapnya
“Dan ini tempat pencucian plastik yang berbahaya, jika di hirup setiap hari bisa menyebabkan meninggal dunia.” Tutup Hendrik
Pemilik Cv. Nurfazaidha, Asti membantah apa yang dituduhkan warga tersebut “Saya juga minta diberi keterangan bahwasanya selama 25 tahun ini belum ada laporan sakit maupun kematian yang disebabkan perusahaan kami, karena warga yang lain selama ini selalu hidup rukun tanpa saling mematikan mata pencaharian masing masing, jika air ini beracun yang dituduhkan pun tanpa beralaskan data dan bukti yang akurat.” Ucapnya
“Dan hampir 25 tahun kami mencuci plastik bekas disini bang, kenapa baru sekarang dia keberatan, ini kan aneh!, Ucapnya.
“Dan bisa abang lihatlah, ini plastik bekas yang kami cuci di bak ini, air pun bukannya mengalir kemana-mana bang, dan sekalian kami mau cek 15 orang yang bertanda tangan terkait persoalan apa keberatan warga disini, ketika ini tidak benar, maka, kami akan memproses secara hukum, karena bang Hendrik ini sudah mencemarkan nama baik kami.” Ujar buk Asti.
#Red
Views: 0













